Nyetir Kebut-Kebutan Mobil Listrik Bisa Percepat Kerusakan Baterai?

Otomatif520 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Sebuah penelitian terbaru memicu perdebatan terkait faktor yang mempercepat kerusakan baterai mobil listrik. Studi dalam jurnal Nature menyebutkan, baterai yang diuji dengan siklus pelepasan daya dinamis menua lebih lambat dibanding baterai dengan arus konstan. Namun, publik sempat keliru menafsirkan istilah “dinamis” sebagai gaya mengemudi sporty atau agresif.

Ahli baterai dari Aviloo menegaskan, mengemudi agresif justru mempercepat degradasi baterai. Hal ini terjadi karena konsumsi energi yang tinggi menyebabkan lebih banyak siklus pengisian dan tekanan berlebih pada baterai. Peneliti Aviloo, Nikolaus Mayerhofer, menguji 402 unit EV identik dan menemukan gaya mengemudi efisien mampu memperpanjang usia baterai hingga 10 persen.

Menurut Mayerhofer, jarak tempuh 100.000 km dengan gaya mengemudi efisien setara dengan beban baterai 110.000 km pada gaya mengemudi agresif. Aviloo tidak membantah hasil studi Nature, tetapi menekankan pentingnya interpretasi yang tepat. Untuk menjaga umur baterai, praktik terbaik tetap dianjurkan, seperti mengemudi efisien dan menghindari penggunaan energi berlebihan.

Sementara itu, studi terpisah di Jerman menemukan mobil VW ID.3 hanya kehilangan 13 km jangkauan setelah menempuh 172.000 km dalam empat tahun. Menariknya, mobil tersebut sering diisi penuh dan dibiarkan terparkir dalam kondisi baterai penuh, menunjukkan daya tahan baterai EV masih cukup tinggi dengan pola penggunaan tertentu.

Komentar