Mensos: Sekolah Rakyat Terapkan Talent Mapping untuk Para Siswanya

Nasional, Pendidikan367 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan Sekolah Rakyat menjadi sekolah pertama di Indonesia yang memetakan bakat dan talenta siswa sejak awal masuk melalui metode talent mapping. Program ini dikembangkan bersama Dr. Ari Ginanjar dari ESQ Leadership Center untuk memastikan siswa diarahkan sesuai minat dan potensinya.

Hasil pemetaan awal menunjukkan 50,5 persen siswa memiliki gaya belajar kinestetik yang sejalan dengan 53,5 persen guru yang menerapkan metode mengajar serupa. Data juga mencatat 23 persen siswa berpotensi di bidang teknik dan teknologi informasi, 23,9 persen di pendidikan dan hukum, 22,9 persen di kesehatan, 11,6 persen di seni dan media, serta sisanya di sektor lain termasuk perikanan, perkebunan, dan profesi ASN, TNI/Polri hingga presiden.

Saifullah menegaskan lulusan Sekolah Rakyat diproyeksikan mampu melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja dan berwirausaha. Ia menyebut program ini sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil sekaligus miniatur pengentasan kemiskinan terpadu karena siswa berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN).

Saat ini terdapat 100 Sekolah Rakyat yang beroperasi di berbagai daerah, dengan kapasitas 15.895 siswa, 2.407 guru, dan 4.442 tenaga pendidik. Jumlah ini ditargetkan bertambah menjadi 165 titik pada September 2025. Presiden Prabowo Subianto juga memberikan pembekalan bagi 154 kepala sekolah dan 2.221 guru Sekolah Rakyat yang tersebar dari Aceh hingga Papua di Jakarta International Expo, Jumat (22/8/2025).

Komentar