Moskow (Riaunews.com) – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan siap bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, namun Moskow menetapkan syarat agar pertemuan bisa terwujud. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan, pertemuan hanya mungkin dilakukan jika semua isu yang perlu dibahas telah disiapkan dengan matang oleh para ahli dan menteri, serta persoalan legitimasi Zelenskiy sebagai presiden Ukraina terselesaikan.
Putin selama ini meragukan keabsahan Zelenskiy karena masa jabatannya berakhir pada Mei 2024, sementara pemilu baru belum digelar akibat perang. Rusia khawatir jika Zelenskiy menandatangani perjanjian damai, keputusan itu bisa digugat oleh pemimpin Ukraina berikutnya. Sebaliknya, Kyiv menegaskan Zelenskiy tetap sah menjabat presiden selama masa perang berlangsung.
Sebelumnya, Putin bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Alaska pada Jumat (15/8) untuk membahas langkah menghentikan perang. Trump mengatakan tengah mengatur pertemuan antara Putin dan Zelenskiy, yang akan dilanjutkan dengan pertemuan trilateral bersama dirinya. Namun, pejabat Rusia menuduh Ukraina dan negara-negara Eropa berusaha menggagalkan upaya perdamaian tersebut.
Lavrov menyebut sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, mendorong agenda untuk mengisolasi Rusia. Menurutnya, opsi terbaik untuk menjamin keamanan Ukraina seharusnya kembali pada kerangka pembahasan di Istanbul pada 2022, yang berisi tawaran netralitas permanen bagi Kyiv dengan imbalan jaminan keamanan dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.







Komentar