Jakarta (Riaunews.com) – Sekretaris Kemenko Polhukam RI Letjen TNI Mochamad Hasan mengungkapkan sebanyak 3,6 juta penduduk Indonesia tercatat sebagai pengguna narkotika aktif. Ia menyebut mayoritas pengguna berasal dari generasi muda usia produktif, termasuk anak-anak dan mahasiswa. Menurutnya, narkotika telah menjadi bencana nasional yang setiap hari merenggut ratusan nyawa tanpa banyak diketahui publik.
Hasan menjelaskan jaringan narkotika internasional masuk melalui jalur laut, udara, hingga pelabuhan gelap dengan pola dan teknologi yang terus berkembang. Ia bahkan menyoroti adanya oknum aparat, penegak hukum, dan pembina lembaga pemasyarakatan yang terlibat dalam bisnis haram ini. Kondisi itu membuat pemberantasan narkotika menjadi tantangan berat, meski tetap mungkin dilakukan.
Ia menegaskan Presiden RI Prabowo Subianto berkomitmen menjadikan perang melawan narkoba sebagai bagian dari upaya penyelamatan bangsa. “Narkoba bukan sekadar kejahatan, tapi serangan terhadap kedaulatan bangsa. Negara tidak akan ragu menggunakan kekuatan maksimal untuk memberantasnya,” ujar Hasan di Jakarta, Jumat (22/8).
Hasan mencontohkan pemusnahan barang bukti narkotika seberat 474 kilogram oleh BNN RI di Cawang, Jakarta Timur, sebagai simbol kemenangan kecil dalam perang melawan narkoba. Namun ia mengingatkan agar masyarakat tidak terlena. “Setiap gram yang berhasil dimusnahkan menyelamatkan ratusan nyawa. Indonesia harus menjadi killing ground bagi bandar narkoba,” tegasnya.







Komentar