Wing Udara 2 TNI AL analisa kasus Mid-Air Collision antisipasi tabarakan di udara

Militer366 Dilihat

Surabaya  (RiauNews) – Wing Udara 2 Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) menggelar Safety Meeting di Briefing Room Skuadron Udara 200, Juanda, Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini membahas studi kasus tabrakan di udara (mid-air collision) yang pernah terjadi di atas Sungai Potomac, Amerika Serikat, antara helikopter militer dan pesawat sipil.

Pertemuan yang dihadiri penerbang dan kru pesawat jajaran Wing Udara 2 ini bertujuan meningkatkan kesadaran keselamatan penerbangan dan mengantisipasi potensi insiden serupa di lingkungan operasional TNI AL di seluruh wilayah Indonesia.

Materi disampaikan Kasi Lambangja Wing Udara 2 Puspenerbal, Mayor Laut (P) Panji Yustiaji, yang memaparkan kronologi singkat peristiwa tersebut. Tabrakan di udara itu terjadi akibat kesalahan koordinasi dan rendahnya situational awareness, yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan fatal.

Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, yang hadir bersama perwira staf dan para komandan skuadron, menegaskan pentingnya komunikasi, kepatuhan prosedur, dan kewaspadaan penuh selama penerbangan. Ia juga mendorong budaya asertif dengan melaporkan setiap kejadian sekecil apa pun agar terdokumentasi dan dapat mencegah masalah di kemudian hari.

“Keselamatan penerbangan adalah tanggung jawab bersama. Satu kelalaian kecil bisa berdampak besar,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan personel dalam mengantisipasi risiko, sehingga misi penerbangan TNI AL dapat berjalan aman dan efektif.

Komentar