Prostitusi Menjamur di IKN, Satpol PP Tertibkan Puluhan PSK

Utama1852 Dilihat
Operasi penertiban prostitusi di IKN (Sumber Kumparan)

Penajam Paser Utara (Riaunews.com) — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara menertibkan puluhan perempuan yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) di sekitar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Penertiban dilakukan melalui operasi yang berlangsung sepanjang tahun 2025.

“Kami pantau dan lakukan operasi penertiban praktik prostitusi daring maupun luring di sekitar wilayah IKN,” ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara, Bagenda Ali, dikutip dari Antara, Senin (7/7).

Menurut Bagenda, operasi dilakukan di seluruh kecamatan, termasuk Kecamatan Sepaku yang merupakan bagian dari wilayah IKN. Tujuannya adalah menjaga lingkungan sekitar calon ibu kota negara Indonesia tetap bersih dari praktik penyakit sosial masyarakat.

Dalam tiga kali operasi terakhir di Kecamatan Sepaku, Satpol PP menjaring sebanyak 64 perempuan yang diduga sebagai pramunikmat. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Samarinda, Balikpapan, Bandung, Makassar, dan Yogyakarta.

Meski begitu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Penajam Paser Utara, Rahmadi, menegaskan bahwa pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan muncikari atau praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Nggak ada. Kami belum menemukan yang TPPO, nggak ada,” kata Rahmadi, Senin (7/7).

Karena tidak ditemukan muncikari, lanjutnya, para PSK tidak dapat dijerat pidana. Mereka disebut bekerja secara mandiri tanpa perantara dan hanya diberikan sanksi berupa pengusiran dari wilayah Penajam Paser Utara.

“Jadi terkait dengan praktik prostitusi ini, yang bisa dijerat secara langsung itu adalah muncikarinya. Tapi sementara di dalam operasi itu, kami belum pernah menemukan muncikari yang memang secara langsung memberikan manajemen kepada mereka,” jelas Rahm

Komentar