Iran: 1.060 Tewas dalam Serangan Israel, Korban Masih Bisa Bertambah

Utama1183 Dilihat
Dampak keruasakan Irang akibat serangan Israel

Teheran (Riaunews.com) – Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel yang terjadi antara 13 hingga 24 Juni 2025 telah mencapai 1.060 jiwa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, Saeed Ohadi, dalam wawancara televisi pada Senin (7/7).

Berbicara kepada stasiun televisi pemerintah IRIB TV, Ohadi mengatakan angka tersebut kemungkinan besar masih akan meningkat. “Masih banyak korban luka berat dan jenazah yang belum teridentifikasi,” ujarnya.

Serangan udara besar-besaran Israel dimulai pada 13 Juni, dengan sasaran utama fasilitas nuklir dan lokasi militer strategis di berbagai wilayah Iran. Pemerintah Iran menyatakan bahwa serangan tersebut menewaskan sejumlah komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan beberapa gelombang serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel. Serangan timbal balik ini menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di kedua belah pihak.

Setelah hampir dua pekan pertempuran intens, gencatan senjata antara Iran dan Israel tercapai pada 24 Juni, mengakhiri eskalasi militer yang sempat memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Komentar