Qatar (Riaunews.com) – Sesi pertama negosiasi tidak langsung antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, yang digelar di Qatar dilaporkan berakhir tanpa kesepakatan.
Kantor berita Reuters, mengutip sejumlah pejabat Palestina, menyebut bahwa delegasi Israel tidak memiliki kewenangan penuh untuk mencapai kesepakatan dengan Hamas.
Koresponden Axios, Barak Ravid, melaporkan bahwa pertemuan awal ini membahas mekanisme pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Sebelumnya, pada Sabtu lalu, portal berita Ynet memberitakan bahwa Israel telah mengirim delegasi ke Qatar untuk mengikuti proximity talks atau pembicaraan kedekatan yang dimediasi pihak ketiga. Tujuannya adalah mencari kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.
Kelompok Hamas sebelumnya telah memberikan respons positif terhadap usulan gencatan senjata dan menyatakan kesiapan untuk berunding.
Pada 29 Juni lalu, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menegaskan bahwa Mesir dan sejumlah negara mediator lainnya tengah berupaya keras mendorong terwujudnya gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza. Gencatan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pembebasan para sandera yang masih ditahan.







Komentar