BMKG: Riau Cerah Berawan, Waspada Hujan dan Petir Malam Hari

Utama1069 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Provinsi Riau pada Senin (7/7) didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang, terutama pada malam hingga dini hari.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby C, menyampaikan bahwa pagi hingga sore hari umumnya cerah berawan di sebagian besar wilayah Riau. Hanya sebagian wilayah Kabupaten Kampar yang diperkirakan diguyur hujan ringan pada siang hingga sore.

“Pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru,” kata Deby, Senin (7/7).

Memasuki dini hari, potensi hujan ringan hingga sedang juga diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Masyarakat yang beraktivitas malam hingga dini hari diimbau berhati-hati terhadap cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru,” jelasnya.

BMKG juga melaporkan suhu udara di Riau hari ini berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan 60–99 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10–30 km per jam. Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Riau masih tergolong rendah, yakni antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Sementara itu, BMKG mencatat sebanyak 81 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Sumatera pada pukul 23.00 WIB. Provinsi Riau menyumbang 21 titik panas, dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 17 titik, Kampar 2 titik, dan Kuantan Singingi 2 titik.

Keberadaan titik panas ini menjadi indikator potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

BMKG bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca dan titik panas secara intensif untuk mengantisipasi potensi bencana.

Dengan adanya prakiraan dan peringatan dini ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam merencanakan aktivitas, terutama yang dilakukan di luar ruangan pada malam dan dini hari.

Komentar