Basarnas Selamatkan Delapan Korban Banjir Bandang Agam Lewat Evakuasi Udara

Daerah, Lingkungan207 Dilihat

Agam (Riaunews.com) – Upaya evakuasi udara yang dilakukan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berhasil menyelamatkan delapan warga yang terjebak banjir bandang selama hampir enam hari. Operasi ini mempercepat proses pencarian yang sebelumnya terhambat oleh medan berat dan akses darat yang terputus total.

Sejak Sabtu (29/11/2025) pagi hingga malam, helikopter Basarnas dikerahkan untuk menjemput korban dari wilayah yang sepenuhnya terisolasi. Kepala Basarnas, Marsekal TNI Muhammad Syafi’i, memimpin langsung operasi tersebut dan mengarahkan penyisiran udara di area yang tertutup lumpur tebal serta puing kayu berukuran besar.

Delapan korban yang diselamatkan segera diterbangkan ke RSUD Lubuk Basung untuk mendapatkan penanganan medis. Beberapa di antaranya mengalami luka berat setelah bertahan berhari-hari tanpa akses bantuan. “Jumlah korban jauh lebih banyak dari laporan awal. Ada yang menahan sakit selama berhari-hari sehingga harus segera ditangani tenaga medis,” ujar Syafi’i, Minggu (30/11/2025).

Selain helikopter, Basarnas juga menambah personel yang bergerak lewat jalur laut untuk memperluas pencarian. Kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri karena banyak titik tertutup material lumpur dan bangunan yang hancur, sehingga kombinasi jalur udara dan laut menjadi strategi utama.

Banjir bandang yang melanda Agam membawa material kayu dan lumpur dalam volume besar, menyebabkan kerusakan masif pada rumah warga dan menutup akses antarwilayah. Sejumlah temuan korban berlangsung dramatis, mulai dari warga yang terhimpit puing hingga tertimbun material banjir.

Syafi’i menegaskan bahwa keselamatan dan pemulihan kesehatan warga menjadi prioritas utama. Ia menyampaikan bahwa Presiden telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, dan unsur TNI-Polri untuk mempercepat penanganan bencana di Sumatera Barat. “Koordinasi lintas sektor diperlukan agar kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi,” tuturnya.

Hingga Minggu (30/11/2025), operasi pencarian masih berlangsung. Setiap korban yang ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal, langsung dibawa ke fasilitas kesehatan. Situasi di Agam masih kritis, sementara tim SAR terus menyisir wilayah terpencil yang diduga masih menyimpan warga yang menunggu pertolongan.

Komentar