Pekanbaru (Riaunews.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru menilai PT BPR Pekanbaru Madani (Perseroda) kini telah kembali sehat dan layak mendapat tambahan modal dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Tambahan modal ini dinilai penting untuk memperkuat pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Ketua Pansus Penyertaan Modal DPRD Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, mengatakan BPR Madani telah menunjukkan perbaikan signifikan dalam tata kelola dan manajemen. “BPR Pekanbaru Madani sudah berbenah. Pengawasan diperkuat, manajemen diperbaiki, dan arah bisnisnya kembali ke tujuan utama: membantu UMKM dan masyarakat kecil,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Menurut Rizky, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan BPR Madani berstatus pengawasan normal melalui Keputusan Kepala OJK Sumatera Nomor KEP-116/KO.15/2025. “OJK sudah menyatakan BPR Madani sehat. Ini capaian besar dan menjadi dasar kuat bagi Pemko dan DPRD untuk mendukung penambahan modal,” katanya.
Berdasarkan kajian Pansus, modal dasar ideal BPR Madani mencapai Rp50 miliar, namun baru terealisasi Rp8 miliar. Karena itu, DPRD merekomendasikan penambahan modal Rp10 miliar secara bertahap—Rp4 miliar pada 2026 dan Rp6 miliar pada 2027. “Tambahan modal ini untuk memperluas pembiayaan produktif, bukan menutup defisit. Kita ingin BPR benar-benar jadi motor penggerak ekonomi rakyat,” tegas Rizky.
Ia juga menyoroti bahwa BPR Pekanbaru Madani menjadi satu-satunya BUMD milik Pemko yang masih mencatat keuntungan. “Faktanya, BPR Madani satu-satunya BUMD yang masih profit. Ini bukti bahwa kalau dikelola profesional dan didukung modal cukup, potensinya luar biasa,” tambahnya.
DPRD merekomendasikan agar dilakukan audit rutin dua kali setahun serta pembentukan tim pengawas bersama yang melibatkan Pemko, DPRD, Inspektorat, dan BPKP. Selain itu, seleksi Direktur Utama BPR diminta dilakukan secara transparan agar menghasilkan sosok profesional dan berintegritas.
“DPRD ingin memastikan setiap rupiah penyertaan modal ini kembali ke rakyat, lewat pembiayaan produktif dan pertumbuhan ekonomi lokal,” tutup Rizky, yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin Pekanbaru.







Komentar