Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru kembali menggelar penjangkauan terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) di sejumlah titik strategis. Dalam operasi yang berlangsung Sabtu (13/9/2025), tim menemukan tiga anak di bawah umur yang kedapatan mengemis di perempatan lampu merah.
Kepala Dinsos Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, mengatakan pihaknya langsung membawa ketiga anak tersebut ke kantor Dinsos untuk menjalani asesmen oleh pekerja sosial. “Kami bawa mereka ke kantor untuk dilakukan asesmen, supaya tahu kondisi dan kebutuhan mereka,” ujar Zulfahmi.
Setelah asesmen selesai, Dinsos menyerahkan anak-anak itu kembali kepada orang tuanya. Zulfahmi menegaskan peran keluarga sangat penting agar anak-anak tidak lagi turun ke jalan. “Kami imbau orang tua jangan biarkan anak-anak mengemis. Mereka harusnya sekolah dan bermain dengan teman sebaya,” tegasnya.
Operasi penjangkauan kali ini menyasar beberapa simpang jalan utama yang sering menjadi lokasi mengemis, di antaranya simpang Imam Munandar–Sudirman, dekat RS Awal Bros, simpang Tengku Bey, simpang Pasir Putih, hingga simpang Arhanudse 13 PBY.
Menurut Zulfahmi, tim Dinsos rutin melakukan patroli dan penjangkauan untuk menangani keberadaan gepeng, terutama anak-anak, agar tidak terus-menerus dieksploitasi di jalanan. “Kami ingin anak-anak ini kembali ke lingkungan yang layak, bukan terus berada di jalan,” katanya.
Dinsos juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah praktik eksploitasi anak. “Kalau ada melihat anak mengemis atau gepeng di lingkungan sekitar, segera laporkan biar bisa kami tangani,” tutup Zulfahmi.







Komentar