Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menggandeng sejumlah instansi dan perguruan tinggi untuk menyiapkan lahan yang berpotensi dijadikan waduk penampungan air. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan kawasan resapan air atau catchment area guna mengatasi persoalan banjir dan genangan di sejumlah wilayah.
Salah satu pihak yang telah menyatakan kesiapan menyediakan lahan adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Pihak kampus telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih dua hektare yang berpotensi dimanfaatkan sebagai waduk.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, Pemko telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi yang memiliki lahan tidak tergarap, tetapi selama ini berfungsi sebagai kawasan tangkapan air.
Lahan tersebut nantinya akan dioptimalkan melalui pengerukan dan penataan agar mampu menampung limpasan air hujan.
“Jadi, kemarin kita sudah koordinasi dengan beberapa instansi yang memiliki lahan yang selama ini tidak tergarap, tetapi menjadi catchment area. Ini akan kita maksimalkan lagi sebagai kawasan tangkapan air, artinya perlu digali dan seterusnya,” kata Markarius, Rabu (4/11/2026).
UIN Suska Siapkan Lahan Dua Hektare
Markarius menyebutkan, lahan sekitar dua hektare yang disiapkan UIN Suska Riau menjadi salah satu lokasi potensial untuk pembangunan waduk. Namun, sebelum merealisasikan rencana tersebut, Pemko meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pengecekan teknis terhadap kondisi lahan.
Pengecekan terutama menyangkut elevasi atau ketinggian lahan. Hal ini diperlukan untuk memastikan waduk dapat menampung aliran air dari kawasan sekitar, bukan sekadar mengatasi genangan di lingkungan kampus.
“Saya sudah perintahkan PU untuk mengecek apakah elevasinya sesuai untuk ditempatkan waduk. Jangan-jangan posisinya tinggi. Kalau tinggi, tentu percuma. Kita ingin waduk itu bisa sekaligus menampung air dari daerah sekitarnya,” jelasnya.
Selain UIN Suska Riau, Pemko Pekanbaru juga akan menindaklanjuti kerja sama dengan Universitas Riau (Unri). Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pengalihan aliran air di kawasan Tuah Madani menuju lokasi penampungan yang telah direncanakan.
Pemko juga telah mengidentifikasi sejumlah lokasi potensial lainnya, termasuk di Kecamatan Tenayan Raya dan beberapa kecamatan lain yang rawan mengalami genangan maupun banjir.
Penanganan Banjir Dipetakan hingga Kelurahan
Di sisi lain, Markarius menyebutkan, Pemko Pekanbaru mulai memetakan kebutuhan penanganan banjir hingga tingkat kelurahan. Seluruh lurah telah ditugaskan mengidentifikasi wilayah rawan genangan sekaligus menyusun daftar kebutuhan penanganannya.
Untuk pekerjaan yang memungkinkan dilakukan secara manual, Pemko akan memanfaatkan tenaga Tim Lestari serta tim Operasional dan Pemeliharaan (OP) Dinas PUPR maupun Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Sementara itu, penanganan yang membutuhkan peralatan berat akan didukung dengan alat yang telah disiagakan di Dinas PUPR.
“Kita sudah tugaskan lurah-lurah untuk memetakan wilayahnya dan membuat daftar kebutuhannya. Kalau bisa menggunakan tenaga manusia, kita manfaatkan Tim Lestari atau OP di PUPR maupun Perkim. Kalau tidak bisa, tentu membutuhkan alat,” pungkasnya.







Komentar