Mal SKA dan Living World Pekanbaru Belum Tanggapi Surat Pemprov Riau soal Kemacetan

Pekanbaru16 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Manajemen Mal SKA dan Living World Pekanbaru menjadi sorotan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau karena belum menanggapi surat terkait upaya mengatasi kemacetan di Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Soekarno-Hatta.

Antrean kendaraan di pintu masuk dan keluar pusat perbelanjaan serta aktivitas antar-jemput pengunjung di badan jalan dinilai menghambat kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Khairul Rizal, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada kedua manajemen mal untuk membahas penataan akses kendaraan dan mencari solusi kemacetan. Namun, hingga Rabu (28/10/2026), kedua pengelola belum memberikan tanggapan.

“Surat tersebut sudah kita sampaikan jauh hari sebelumnya. Hanya saja tidak ditanggapi,” kata Khairul, Kamis (29/10/2026).

Pemprov Usulkan Penambahan Akses dan Area Khusus Ojol

Khairul menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah opsi untuk mengurangi antrean kendaraan di sekitar pusat perbelanjaan. Salah satunya mengusulkan penambahan jalur masuk mal agar kendaraan tidak menumpuk hingga ke jalan utama.

Pengelola mal juga diminta menyediakan area khusus bagi kendaraan ojek online dan taksi online. Dengan begitu, aktivitas antar-jemput penumpang dapat berlangsung di dalam area yang disediakan tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Selain akses kendaraan, Khairul menyoroti penggunaan daerah milik jalan (DMJ) di sekitar mal sebagai tempat parkir dan lokasi berjualan menggunakan tenda. Ia meminta Pemerintah Kota Pekanbaru, Dinas Perhubungan, serta kepolisian menindaklanjuti persoalan tersebut agar fungsi jalan tetap terjaga.

“Kita juga tidak tahu kenapa DMJ ini bisa digunakan menjadi lahan parkir dan siapa yang mengelola,” ujarnya.

Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas Ditargetkan Rampung Desember

Di sisi lain, Pemprov Riau menargetkan pekerjaan pelebaran jalan dan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan selesai pada Desember 2026. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Simpang SKA di bawah flyover.

Dalam skema penataan tersebut, kendaraan dari pusat kota melalui Jalan Tuanku Tambusai akan diarahkan menggunakan putaran balik atau U-turn di depan RS Hermina. Sementara itu, kendaraan yang melintas di Jalan Soekarno-Hatta akan diarahkan melalui flyover.

Penataan U-turn juga mencakup kawasan depan Daikin dan Lotte Mart di Jalan Soekarno-Hatta serta depan Masjid RJ di Jalan Tuanku Tambusai. Selain itu, penanganan tikungan di sekitar Living World turut masuk dalam pekerjaan.

Khairul menegaskan, pelebaran jalan dilakukan untuk menambah kapasitas badan jalan, bukan mempersempit ruang kendaraan. Ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap pekerjaan tersebut karena penataan ditujukan untuk mengurai kemacetan.

“Penataan jalan ini tidak mengurangi luas badan jalan, apalagi mempersempitnya. Justru luas badan jalan bertambah. Masyarakat tidak perlu khawatir karena tujuannya untuk mengurai kemacetan,” tutupnya.

Komentar