Yogyakarta (Riaunews.com) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar Workshop Penyusunan Proposal Riset di Ruang Sidang Rektorat UWM, Yogyakarta, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini membahas strategi menyusun proposal penelitian yang kompetitif sekaligus pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung proses riset.
Workshop tersebut menghadirkan Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset di Perguruan Tinggi Tahun 2026.
Peneliti Didorong Susun Proposal yang Kompetitif
Dalam workshop tersebut, Widiastuti membawakan materi bertajuk “Dari Ide ke Dana: Kiat Praktis Menyusun Proposal Penelitian yang Kompetitif, Berdampak, dan Berpeluang Didanai”.
Materi mencakup pemilihan skema hibah, pemenuhan persyaratan administrasi, penyusunan substansi penelitian, hingga pemahaman terhadap kriteria penilaian proposal.
Widiastuti menekankan pentingnya menyelaraskan gagasan penelitian dengan tujuan lembaga pendanaan. Pengusul perlu menjelaskan masalah penelitian, unsur kebaruan, metode yang digunakan, serta manfaat penelitian secara jelas dan saling berkaitan.
Pada aspek administrasi, peserta diajak memahami pentingnya mengikuti panduan, format proposal, dan instrumen penilaian yang ditetapkan lembaga pendanaan. Sejumlah kesalahan yang perlu dihindari antara lain ketidaksesuaian judul antara sistem dan dokumen, penulisan referensi yang tidak sesuai ketentuan, jumlah kata yang melebihi batas, serta bagian proposal yang belum lengkap.
Pembahasan substansi juga mencakup penyusunan judul yang ringkas dan informatif, perumusan tujuan yang terukur, penentuan metode penelitian, penyusunan peta jalan riset, serta pembagian tugas tim. Selain itu, penyusunan rencana anggaran biaya perlu disesuaikan dengan kebutuhan penelitian dan ketentuan lembaga pendanaan.
Untuk memperjelas materi, Widiastuti menyajikan studi kasus proposal Penelitian Fundamental dan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM). Contoh komentar penilai digunakan untuk membahas aspek kebaruan penelitian, ketepatan metode, konsistensi antarbagian proposal, dan kewajaran anggaran.
AI Diperkenalkan untuk Mendukung Persiapan Riset
Selain strategi penyusunan proposal, workshop tersebut membahas pemanfaatan perangkat AI untuk mendukung persiapan penelitian. Materi ini memperkenalkan sejumlah perangkat yang dapat membantu peneliti mengeksplorasi topik, menelaah literatur, memetakan pengetahuan, dan memahami metode riset.
Beberapa perangkat yang dibahas meliputi ChatGPT untuk eksplorasi topik, Scopus AI untuk penelaahan tema penelitian, Open Knowledge Map untuk pemetaan pengetahuan, serta SciSpace dalam pembahasan metode riset.
Pemanfaatan perangkat tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai dukungan teknologi terhadap proses penelitian. Melalui workshop ini, peserta memperoleh materi mengenai penyusunan proposal yang sistematis, pemenuhan persyaratan administrasi, penguatan substansi, serta penggunaan teknologi untuk membantu persiapan riset.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekosistem talenta riset di perguruan tinggi melalui peningkatan pemahaman mengenai penyusunan proposal penelitian yang kompetitif dan berpeluang memperoleh pendanaan.







Komentar