Pemko Pekanbaru Targetkan Angka Kemiskinan Turun Jadi 2 Persen

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menargetkan angka kemiskinan turun dari sekitar 3,19 persen menjadi 2 persen. Untuk mencapai target tersebut, Pemko Pekanbaru akan menajamkan program penanggulangan kemiskinan berdasarkan wilayah dan kelompok masyarakat yang masih memiliki tingkat kemiskinan tinggi.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, penurunan angka kemiskinan membutuhkan program yang tepat sasaran. Pemerintah perlu memetakan kondisi setiap wilayah untuk mengetahui persoalan dan kebutuhan masyarakat yang berbeda.

“Hal ini berkaitan dengan RPJMD, bagaimana kita menajamkan program, melihat masalah berdasarkan lokus. Ada kecamatan yang tingkat kemiskinannya tinggi,” kata Markarius, Jumat (11/9/2026).

Pemko Perkuat Program Berbasis Data

Markarius menyebut angka kemiskinan Pekanbaru berdasarkan data 2016-2025 berada di kisaran 3,19 persen. Sementara itu, Pemko menargetkan angka tersebut turun menjadi 2 persen sehingga masih terdapat selisih sekitar 1,1 persen yang harus ditekan.

“Target 3,1 persen ke 2 persen. Ada gap 1,1 persen yang harus dikejar. Tidak mudah,” ujarnya.

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan perencanaan berbasis data. Pemerintah harus melihat secara rinci wilayah dan kelompok masyarakat yang masih menghadapi persoalan kemiskinan.

“Kalau tidak duduk bareng, tidak lihat data, kita tidak bisa, kita sangka udah berjalan, ternyata masih jauh,” tegasnya.

Zakat dan Wakaf Didorong Jadi Program Produktif

Selain mengoptimalkan program pemerintah, Pemko Pekanbaru akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Program zakat, sedekah dan wakaf dinilai dapat disinkronkan dengan program pemerintah untuk membantu masyarakat miskin.

Markarius mengatakan bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk kegiatan produktif, seperti pemberian modal usaha agar masyarakat memiliki sumber pendapatan berkelanjutan.

“Contohnya zakat, sedekah dan wakaf, bukan saja dalam bentuk konsumtif, tapi juga bantuan produktif, seperti modal usaha. Ini perlu ada kolaborasi, seperti nanti akan diawasi oleh OPD terkait,” jelasnya.

Upaya penajaman program tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Penanggulangan Kemiskinan Kota Pekanbaru yang dipimpin Markarius Anwar, Jumat (11/9/2026).

Komentar