Pekanbaru (Riaunews.com) – Kabut asap kembali menyelimuti langit Kota Pekanbaru pada Selasa (1/9/2026) pagi. Kondisi tersebut terjadi ketika kualitas udara kembali masuk kategori tidak sehat.
Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya telah terkendali. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan saat ini tidak lagi ditemukan titik api di Kota Pekanbaru.
Agung menyebut jumlah titik api di Provinsi Riau juga mengalami penurunan signifikan. Kondisi itu turut dipengaruhi hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir.
“Namun asap, karena arah angin yang kita tidak tahu. Ketika pagi hari muncul kabut asap, siang hari mulai hilang,” kata Agung Nugroho.
Asap Terbawa Angin
Agung menjelaskan kabut asap yang muncul di Pekanbaru tidak selalu berasal dari kebakaran di dalam kota. Perubahan arah angin dapat membawa asap dari wilayah lain sehingga kualitas udara di Pekanbaru kembali memburuk pada waktu tertentu.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas pembelajaran di sekolah masih berlangsung secara tatap muka. Pemko Pekanbaru meminta peserta didik mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, terutama ketika berada di luar kelas.
PJJ Jika Udara Berbahaya
Agung menegaskan Pemko Pekanbaru akan kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kualitas udara masuk kategori berbahaya. Pemerintah kota akan menyesuaikan kebijakan pembelajaran berdasarkan perkembangan kualitas udara.
“Ketika memang ada warning berbahaya, kita akan tetapkan kembali belajar jarak jauh, dalam kondisi ini kita mengambil keputusan secara tanggap,” terangnya.
Pemko Pekanbaru juga akan terus memantau kondisi kualitas udara untuk menentukan langkah selanjutnya. Kebijakan terkait kegiatan belajar mengajar akan disesuaikan dengan kondisi udara guna menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik.







Komentar