Yogyakarta (Riaunews.com) – Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (FH UWM) mendorong dosen memperkuat produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah melalui kegiatan workshop penelitian. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya meningkatkan kualitas akademik dan mempertahankan capaian Program Studi Hukum Program Sarjana sebagai program studi dengan SINTA Score tertinggi di lingkungan UWM.
Dr. Hartanto mengatakan capaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus tantangan bagi sivitas akademika FH UWM. Menurutnya, dosen perlu menjaga capaian tersebut melalui peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi secara berkelanjutan.
Workshop menghadirkan dua dosen berprestasi yang kerap menerima pendanaan hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yakni Laili Nur Anisah, S.H., M.H. dan Asma Karim, S.H., M.H.
Strategi Meraih Hibah Penelitian
Pada sesi pertama, Laili Nur Anisah memaparkan berbagai program penelitian yang tersedia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Ia membahas skema penelitian, ketentuan pengusulan proposal, format penulisan, tahapan seleksi, hingga strategi meningkatkan peluang proposal memperoleh pendanaan.
Laili juga membagikan pengalaman praktis dalam menyusun proposal yang sistematis, memiliki kebaruan penelitian (novelty), serta relevan dengan fokus dan prioritas riset nasional. Menurutnya, keberhasilan memperoleh hibah tidak hanya bergantung pada kualitas ide, tetapi juga kemampuan peneliti memahami skema pendanaan dan mengikuti ketentuan pengusulan.
Sementara itu, Asma Karim membahas tantangan peneliti setelah memperoleh Hibah Penelitian Fundamental Reguler, khususnya dalam memenuhi kewajiban publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan mendapatkan hibah bukan menjadi akhir, melainkan awal dari proses panjang untuk menghasilkan publikasi berkualitas.
Asma menjelaskan sejumlah tantangan yang kerap dihadapi peneliti, mulai dari penyesuaian naskah dengan template jurnal, risiko desk rejection, proses review yang panjang, kritik dari reviewer, kendala bahasa akademik, hingga ancaman jurnal predator. Ia juga membagikan pengalaman mengawal artikel hingga terbit pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus.
Menurut Asma, ketelitian, kesabaran, dan kemampuan merespons masukan reviewer secara sistematis menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang artikel diterima. Ia juga mengingatkan akademisi agar tidak menjadikan penolakan sebagai alasan untuk berhenti meneliti dan menulis.
Melalui workshop tersebut, FH UWM menargetkan peningkatan jumlah proposal penelitian yang memperoleh pendanaan serta publikasi dosen pada jurnal nasional dan internasional bereputasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya fakultas memperkuat budaya akademik dan mempertahankan capaian SINTA Score tertinggi di lingkungan UWM.







Komentar