Wali Kota Pekanbaru Komitmen Tuntaskan Masalah Anak Putus Sekolah

Pekanbaru, Pendidikan848 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan anak putus sekolah di wilayahnya. Hal ini disampaikannya usai rapat bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada Jumat (25/7/2025).

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa masih banyak anak usia sekolah di Pekanbaru yang tidak bisa melanjutkan pendidikan, terutama karena kendala biaya, termasuk tunggakan di sekolah swasta.

“Kita sekarang menampung semua ini. Kami buka pendaftarannya di kelurahan dan posyandu. Jadi, bukan hanya siswa negeri atau swasta, tapi juga di pesantren tingkat SD dan SMP. Jika ada tunggakan atau kendala biaya, daftarkan segera agar bisa kami data,” ujar Agung.

Program pendataan ini akan dimulai pada Senin pekan depan dan berlangsung selama 10 hari. Hal ini dilakukan untuk mengejar batas akhir pendaftaran siswa dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada 31 Agustus 2025.

“Kuotanya tidak dibatasi, harus tuntas. Kami juga menggratiskan ujian paket A dan B untuk membantu mereka melanjutkan pendidikan,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menyebut angka anak putus sekolah di kota tersebut masih cukup tinggi, meskipun program wajib belajar 13 tahun telah dijalankan.

“Program Pak Wali ini akan mempercepat target nasional. Anggarannya sudah tersedia. Kalau ada siswa usia sekolah yang belum sekolah, akan kami tarik ke sekolah negeri. Jika bermasalah di sekolah swasta, akan kami bantu bayarkan,” kata Jamal.

Untuk memaksimalkan pendataan, pihaknya melibatkan posyandu dan kelurahan. Ia menegaskan, jika ada anak yang tidak mau sekolah tanpa alasan yang jelas, orang tua mereka akan dikenai sanksi karena program wajib belajar telah menjadi kewajiban hukum.

Komentar