Pacu Jalur Berpotensi Jadi Diplomasi Budaya Kelas Dunia

Budaya, Spesial Riau673 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menilai tradisi Pacu Jalur dapat menjadi kekuatan baru dalam diplomasi kebudayaan Indonesia. Festival tahunan khas Riau ini dinilai berhasil menyita perhatian dunia internasional berkat keunikannya yang khas dan nilai budaya yang kuat.

“Pacu Jalur ini menarik karena dalam satu perahu bisa diisi 40 hingga 70 orang, sangat panjang, dan ini yang membedakannya dari lomba kano atau Dragon Boat,” ujar Hendry dalam dialog khusus bertajuk Pacu Jalur di Studio Pro3 RRI, Rabu (23/7).

Menurut politisi Fraksi PKS itu, atraksi ini bukan sekadar perlombaan mendayung, tetapi juga memadukan unsur seni dan budaya. “Peserta mengenakan pakaian adat, gerakannya kompak, dan semangat kolektifnya sangat terasa. Ini bukan hanya olahraga, tetapi juga pertunjukan budaya,” tambahnya.

Hendry juga menyoroti efek domino dari penyelenggaraan Pacu Jalur terhadap sektor ekonomi kreatif. Ia menilai, momen-momen singkat dalam festival ini mampu mengangkat potensi lokal secara digital, sekaligus menjadi peluang promosi pariwisata yang efektif.

Peningkatan kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, disebut Hendry sudah mulai terlihat sejak tahap awal seleksi peserta. “Saya yakin puncaknya nanti pada 20 Agustus. Coba cari hotel di tanggal itu, pasti sudah sulit,” katanya.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa Pacu Jalur kini tak sekadar menjadi warisan budaya takbenda, melainkan juga alat strategis untuk mendorong pembangunan ekonomi daerah. “Perpaduan budaya dan kreativitas menjadikan tradisi ini tetap relevan di era digital,” pungkas Hendry.

Komentar