Yogyakarta (Riaunews.com) – Di tengah tantangan rendahnya rasio wirausaha nasional yang baru mencapai 3,47 persen, akademisi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menawarkan strategi untuk meningkatkan minat berwirausaha generasi muda melalui pendekatan Entrepreneurial Marketing (EM) dan penguatan kreativitas. Temuan tersebut disampaikan dosen Fakultas Ekonomi UWM, Antonius Satria Hadi, Ph.D., Jumat (26/6/2026), di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penelitian kuantitatif yang dipimpin Antonius Satria Hadi, atau akrab disapa Rio, melibatkan ratusan mahasiswa aktif di Yogyakarta yang telah menempuh mata kuliah kewirausahaan. Menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan tidak cukup hanya berfokus pada teori, tetapi perlu mengintegrasikan orientasi pemasaran kewirausahaan untuk mendorong perilaku kreatif mahasiswa.
Rio menjelaskan, sebanyak 78,3 persen kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dipengaruhi oleh tujuh dimensi Entrepreneurial Marketing, yakni proaktivitas, fokus pada peluang, fokus inovasi, keberanian mengambil risiko, intensitas pelanggan, penciptaan nilai, dan pemanfaatan sumber daya secara kreatif. Sementara itu, kreativitas mampu menjelaskan 77,8 persen variasi niat berwirausaha mahasiswa. Menurutnya, kreativitas menjadi jembatan penting yang menghubungkan karakteristik pemasaran kewirausahaan dengan tumbuhnya kepercayaan diri untuk memulai usaha.
Berdasarkan temuan tersebut, Rio merekomendasikan reformasi kurikulum pendidikan tinggi melalui pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan mahasiswa dalam penyelesaian persoalan nyata UMKM, penyelenggaraan Innovation Bootcamp untuk melatih kemampuan membaca peluang dan mengambil risiko secara terukur, serta integrasi pemasaran digital dengan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan media sosial guna mengatasi keterbatasan modal awal.
Menurut Rio, kolaborasi antara kebijakan pemerintah dan pendidikan yang berorientasi pada praktik diyakini mampu meningkatkan rasio wirausaha nasional hingga melampaui target empat persen. Ia menilai pendekatan tersebut juga berpotensi melahirkan generasi wirausaha muda yang adaptif, inovatif, dan siap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.







Komentar