Peringati 200 Tahun Perang Jawa, Pemerintah Siapkan Film dan Komik Pangeran Diponegoro

Nasional, Pendidikan937 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Dalam rangka memperingati 200 tahun Perang Jawa (1825–1830), pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggagas dua proyek kebudayaan besar: produksi film epik tentang Pangeran Diponegoro dan peluncuran komik bertema kepahlawanan sang pahlawan nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan rencana tersebut dalam acara peringatan yang digelar di Perpusnas, Jakarta, Minggu (20/7/2025) malam. Menurutnya, film menjadi medium paling utuh dalam menyampaikan nilai-nilai budaya dan sejarah kepada masyarakat luas.

“Kita berharap cerita-cerita sejarah dan tokoh-tokoh pahlawan diangkat di dalam film, karena film adalah platform ekspresi budaya yang paling lengkap—mulai dari seni akting, tari, musik, sastra, bahkan fesyen dan kuliner,” ujar Fadli Zon.

Ia menambahkan, film tentang Pangeran Diponegoro nantinya akan dikembangkan dengan pendekatan sinematik yang lebih modern dan epik, untuk menyampaikan semangat perjuangan tokoh tersebut kepada generasi masa kini. Film “November 1828” karya Teguh Karya disebut sebagai referensi awal dalam membangun kembali narasi sejarah melalui teknologi perfilman kontemporer.

“Tentu saja ini harus bekerja sama dengan para produser, sutradara, pembuat skenario, sehingga bisa menayangkan film tentang Pangeran Diponegoro secara lebih lengkap dan aktual,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan komik tentang Pangeran Diponegoro yang akan diterbitkan dalam 25 jilid. Komik tersebut direncanakan terbit mulai September 2025.

“Komik ini dikembangkan dari naskah-naskah kuno dan ditujukan untuk membumikan sejarah kepada generasi muda,” kata Aminudin.

Melalui dua pendekatan berbeda—film dan komik—pemerintah berharap dapat memperkuat literasi sejarah nasional sekaligus menumbuhkan semangat kepahlawanan yang relevan dengan zaman. Upaya ini juga menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya bangsa dan revitalisasi narasi kepahlawanan di ruang publik.

Komentar