Yogyakarta (Riaunews.com) – Masyarakat Ekonomi Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta (MES DIY) mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam mendorong transformasi ekonomi syariah di era digital. Ajakan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional SEA-SUKA 5.0 bertajuk Digital Innovation in Sharia Economic Systems: Strengthening Resilience and Expanding Inclusive Growth yang digelar Forum Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (ForSEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Sharia Economics Advancement Sunan Kalijaga (SEA-SUKA) 5.0 itu dihadiri ratusan mahasiswa, akademisi, pegiat ekonomi syariah, serta anggota Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) dari berbagai perguruan tinggi. Seminar juga menjadi bagian dari peringatan Milad ForSEBI ke-24 dan Milad FoSSEI ke-26.
Wakil Ketua MES DIY, Dr. Priyonggo Suseno, mengatakan transformasi digital membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai inovator yang mampu menghadirkan berbagai model bisnis dan layanan keuangan syariah berbasis teknologi.
“Transformasi digital bukan sekadar perubahan teknologi, tetapi juga perubahan cara berpikir, berinovasi, dan berkolaborasi. Mahasiswa harus menjadi pelaku utama yang menghadirkan solusi bagi pengembangan ekonomi syariah Indonesia,” ujarnya.
Perkuat Literasi dan Inovasi
Priyonggo menjelaskan, inovasi ekonomi syariah digital saat ini berkembang pesat, mulai dari fintech syariah, equity crowdfunding syariah, pembayaran digital syariah, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga integrasi keuangan sosial Islam melalui zakat dan wakaf produktif berbasis digital.
Sementara itu, Direktur Program LAZ MKU, Arif Yulianto, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga filantropi Islam, perguruan tinggi, komunitas, dan generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua ForSEBI UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Ayatullah Nur Ridho, berharap ilmu ekonomi syariah yang dipelajari mahasiswa dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat. Senada dengan itu, Presidium Nasional FoSSEI, Backtiar Akmal, mengatakan Milad FoSSEI ke-26 akan diramaikan dengan kampanye literasi ekonomi syariah di berbagai sekolah di Indonesia guna memperluas pemahaman masyarakat sejak dini.
SEA-SUKA 5.0 menjadi wadah kolaborasi dan pengembangan gagasan bagi generasi muda dalam menjawab tantangan ekonomi syariah di era digital. Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan mampu melahirkan inovasi ekonomi syariah yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global.







Komentar