Bengkalis (Riaunews.com) – Antrean penyeberangan RoRo Dumai-Rupat, Kabupaten Bengkalis, kembali menjadi sorotan setelah sebuah video yang memperlihatkan keluhan penumpang terhadap sistem antrean beredar luas di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar tiga menit itu, pengunggah mengaku kecewa karena telah menunggu sejak pukul 07.30 WIB namun hingga siang hari belum juga dapat masuk ke kapal.
Kekecewaan semakin memuncak setelah pengunggah melihat penumpang lain yang membeli tiket pada pukul 11.30 WIB justru diperbolehkan masuk ke area antrean penyeberangan. Saat dimintai penjelasan, petugas di lokasi menyebut penumpang tersebut sebelumnya telah melakukan pemesanan melalui sistem booking.
Penjelasan itu memicu protes dari pengunggah video yang kemudian meminta petugas menutup akses masuk ke area RoRo. Tindakan tersebut memicu ketegangan di lokasi karena sejumlah penumpang lain merasa dirugikan dan ingin segera menyeberang. Dalam rekaman juga terlihat adanya aksi saling dorong dan tindakan anarkis dari beberapa orang.
Video yang diunggah pada 1 Juni 2026 itu mendapat perhatian luas dari warganet dan telah mengumpulkan lebih dari 1.700 komentar. Sebagian besar komentar menyoroti persoalan antrean RoRo Dumai-Rupat yang dinilai belum mengalami perbaikan signifikan meski telah lama dikeluhkan masyarakat.
Sejumlah pengguna media sosial mengaku masih sering menghadapi ketidakjelasan antrean dan berharap adanya pembenahan sistem pelayanan agar lebih transparan serta memberikan kepastian kepada penumpang yang akan menyeberang.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Henri Mardani, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat dan viralnya video tersebut.







Komentar