Investasi di Riau Capai Rp12,85 Triliun pada Triwulan Pertama 2026

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp12,85 triliun.

Kepala DPMPTSP Riau, Vera Angelika OK mengatakan capaian tersebut menempatkan Riau di peringkat ke-15 nasional untuk total realisasi investasi sepanjang Januari hingga Maret 2026.

“Realisasi investasi Triwulan I 2026 sebesar Rp12,85 triliun ini menunjukkan bahwa Riau tetap menjadi daerah yang menarik bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri, terutama di wilayah Sumatera,” ujar Vera Angelika, Rabu (13/5/2026).

Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp9,6 triliun dan menempatkan Riau di posisi ke-10 nasional. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 197,01 juta dolar AS atau setara Rp3,25 triliun.

Di tingkat regional Sumatera, Riau menempati posisi ketiga baik untuk PMDN maupun PMA.

Kota Dumai menjadi daerah dengan kontribusi investasi terbesar yakni Rp3,05 triliun atau 23,70 persen dari total investasi. Posisi berikutnya ditempati Kota Pekanbaru sebesar Rp2,55 triliun, disusul Kabupaten Indragiri Hilir Rp1,74 triliun, Kabupaten Rokan Hilir Rp1,13 triliun, dan Kabupaten Pelalawan Rp1,04 triliun.

Dari sisi negara asal investor asing, Singapura masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp2,3 triliun atau 70,77 persen dari total PMA. Selain itu terdapat investor dari Malaysia, Bermuda, Seychelles, dan Kepulauan Virgin Inggris.

Sektor industri makanan menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp2,825 triliun atau 21,98 persen. Kemudian disusul sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp2,24 triliun, industri kimia dan farmasi Rp1,83 triliun, sektor perumahan dan kawasan industri Rp1,12 triliun, serta pertambangan Rp1,05 triliun.

Menurut Vera, Pemprov Riau saat ini terus mendorong pengembangan industri hilir guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

“Kami terus mendorong pengembangan industri hilir. Saat ini DPMPTSP bersama perangkat daerah tengah mengidentifikasi produk-produk hilir dari perusahaan PMA dan PMDN, agar Riau semakin kuat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah dan ekonomi hijau,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah proyek strategis juga diyakini akan menjadi pengungkit investasi di masa mendatang. Beberapa di antaranya yakni pembangunan Tol Lingkar Pekanbaru ruas Rengat–Pekanbaru, pengembangan Kawasan Industri Buruk Bakul, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 gigawatt di Pulau Rangsang.

Pemprov Riau juga menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penguatan sumber daya manusia untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif di daerah.

Komentar