Rektor UWM Soroti Pentingnya Transformasi Kepemimpinan di Perguruan Tinggi

Daerah, Pendidikan32 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – Rektor Universitas Widya Mataram, Edy Suandi Hamid, menegaskan pentingnya transformasi kepemimpinan dalam dunia pendidikan tinggi. Hal itu disampaikannya dalam Leadership Conference 2026 yang digelar Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Sabtu (18/4/2026).

Dalam forum yang dihadiri sekitar 150 pimpinan perguruan tinggi farmasi dari seluruh Indonesia tersebut, Edy menekankan bahwa masa depan institusi pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang adaptif dan visioner. Ia mengingatkan agar para pemimpin kampus tidak terjebak dalam pola kerja formalistik tanpa arah strategis.

“Kepemimpinan tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administratif. Pemimpin harus memiliki visi, integritas, kompetensi, komitmen, dan jaringan yang kuat,” ujarnya.

Bahas Tantangan Tata Kelola dan Masa Depan Farmasi

Konferensi dibuka oleh Ketua APTFI, Yandi Syukri, yang menilai forum ini penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan akademik serta mendorong daya saing global pendidikan tinggi farmasi.

Dalam pemaparannya bertajuk Best Practices in Private University Governance, Edy menyoroti bahaya gaya kepemimpinan “auto pilot” yang hanya berfokus pada rutinitas seperti penandatanganan dokumen dan rapat tanpa inovasi. Menurutnya, pemimpin harus mampu membaca data lokal dan global guna memastikan keberlanjutan institusi di tengah persaingan.

Selain itu, ia juga membahas masa depan sektor farmasi yang dinilai tidak akan sepenuhnya tergantikan oleh kecerdasan buatan, melainkan akan bertransformasi menjadi lebih klinis dan berorientasi pada pelayanan pasien.

Konferensi hari pertama turut menghadirkan Dirjen Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, yang membahas tata kelola universitas. Sementara pada hari kedua, agenda akan dilanjutkan dengan menghadirkan Dekan FEB UGM, Didi Achjari.

Melalui forum ini, para peserta diharapkan mampu merumuskan paradigma baru dalam pengelolaan perguruan tinggi yang lebih responsif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan industri.

Komentar