Pemerintah Pastikan Biaya Haji 2026 Tidak Naik Meski Harga Avtur Berfluktuasi

Jakarta (Riauinews.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) konsolidasi bertema “Transformasi Penyelenggaraan Haji Inklusif dalam Tantangan Dinamika Geopolitik Global” guna mematangkan persiapan ibadah haji 1447 Hijriah/2026.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengakui sempat mengalami kegelisahan terkait potensi kenaikan biaya haji. Hal ini dipicu oleh usulan penyesuaian harga tiket dari Garuda Indonesia dan Saudia Airlines akibat kenaikan harga avtur di pasar global.

“Kami sempat agak galau beberapa hari karena permintaan Garuda dan Saudia yang ingin menambah atau merubah harga karena kenaikan harga avtur,” ujar Irfan di Asrama Haji Kelas I Tangerang, Rabu (8/4/2026).

Presiden Minta Biaya Tidak Dibebankan ke Jemaah

Kenaikan harga avtur menjadi faktor utama yang berpotensi memengaruhi biaya operasional penerbangan haji. Kondisi ini sempat memunculkan kekhawatiran adanya tambahan beban bagi jemaah.

Namun, Irfan memastikan situasi telah terkendali setelah arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat terbatas, Presiden menegaskan agar kenaikan biaya operasional tidak dibebankan kepada jemaah.

“Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa walaupun ada kenaikan, jangan dibebankan kepada jemaah,” kata Irfan.

Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah akan menghitung ulang usulan kenaikan biaya dari maskapai serta terus memantau fluktuasi harga avtur global. Koordinasi juga dilakukan dengan Komisi VIII DPR untuk mencari solusi terbaik, termasuk melalui skema pendanaan alternatif seperti APBN dan dukungan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Visa dan Kartu Nusuk Sudah Siap

Selain isu biaya, Irfan menyampaikan kesiapan teknis penyelenggaraan haji. Ia memastikan seluruh visa jemaah haji Indonesia telah terbit 100 persen.

“Kartu Nusuk juga sudah tersedia di Indonesia, tinggal dibagikan dan diaktifkan sebelum keberangkatan,” ujarnya.

Sesuai jadwal, jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama pada 21 April 2026, sementara pemberangkatan ke Tanah Suci dimulai 22 April 2026 secara bertahap.

Di akhir keterangannya, Irfan mengimbau jemaah agar tetap tenang dan fokus mempersiapkan kondisi fisik dan mental. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga kualitas layanan agar pelaksanaan haji 2026 berjalan lancar di tengah tantangan global.

Komentar