Pekanbaru (Riaunews.com) – Persiapan keberangkatan jemaah haji asal Provinsi Riau untuk musim haji 1447 Hijriah terus dimatangkan. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau memastikan seluruh tahapan, baik administrasi maupun teknis, telah siap dilaksanakan.
Kepala Kanwil Kemenhaj Riau, Defizon, menyampaikan total jemaah yang akan diberangkatkan tahun ini mencapai 4.704 orang, terdiri dari 4.661 jemaah dan 43 petugas.
“Insya Allah total yang akan kita berangkatkan sebanyak 4.704 orang, terdiri dari 4.661 jemaah dan 43 petugas,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Seluruh jemaah akan diberangkatkan melalui embarkasi Batam. Sebelum menuju Arab Saudi, jemaah akan terlebih dahulu menuju Batam dari daerah masing-masing dan menginap sekitar 24 jam di asrama haji.
Kloter pertama berasal dari Pekanbaru yang tergabung dalam BTH 3, dijadwalkan berangkat ke Batam pada 23 April 2026 dan terbang ke Arab Saudi sehari setelahnya. Secara keseluruhan, jemaah Riau tergabung dalam kloter 3 hingga kloter 12 untuk gelombang pertama menuju Madinah, serta satu kloter di BTH 18 untuk gelombang kedua menuju Jeddah.
Mayoritas Jemaah Berisiko Tinggi
Dari sisi transportasi, keberangkatan jemaah disesuaikan dengan kondisi wilayah. Sejumlah daerah seperti Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi menggunakan jalur udara melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II. Sementara daerah lain seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, dan Kepulauan Meranti menggunakan jalur laut menuju Batam.
Defizon memastikan seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa, telah rampung 100 persen. Perlengkapan seperti koper dan buku manasik juga telah didistribusikan kepada jemaah.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan. Berdasarkan data, sekitar 76,2 persen jemaah asal Riau masuk dalam kategori risiko tinggi.
“Kami mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan dan rutin berolahraga, agar tidak kewalahan saat menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci,” katanya.
Ia juga meminta jemaah memahami tata cara ibadah melalui buku manasik yang telah dibagikan, serta berangkat dengan kondisi mental yang siap dan tenang.
“Kami minta jemaah berangkat dengan perasaan senang dan gembira. Insya Allah semua sudah disiapkan,” tutupnya.







Komentar