Pekanbaru (Riaunews.com) – OpenAI resmi menghentikan operasional aplikasi Sora, layanan pembuatan video berbasis kecerdasan buatan (AI) generatif yang baru dirilis tahun lalu.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan tim Sora di platform X, Selasa (24/3). Namun, OpenAI tidak mengungkap alasan di balik penghentian layanan tersebut.
Ucapkan Perpisahan ke Pengguna
Dalam pernyataannya, tim Sora mengucapkan terima kasih kepada para kreator yang telah menggunakan dan membangun komunitas di sekitar platform tersebut.
OpenAI juga menyebut akan segera memberikan informasi lanjutan, termasuk jadwal terkait aplikasi dan API serta mekanisme penyimpanan karya pengguna.
Pengumuman ini muncul beberapa bulan setelah kerja sama antara OpenAI dan Disney berakhir. Sebelumnya, kedua pihak menjalin kesepakatan lisensi yang memungkinkan Sora menghasilkan video dengan karakter populer dari Marvel, Pixar, hingga Star Wars.
Namun, Disney memutuskan mengakhiri kemitraan tersebut, termasuk rencana investasi besar di OpenAI, dan menyatakan akan tetap mengeksplorasi teknologi AI secara bertanggung jawab.
Sempat Picu Kontroversi
Sejak diperkenalkan pada 2024, Sora menjadi sorotan karena kemampuannya menghasilkan video realistis dari perintah teks. Meski demikian, teknologi ini juga memicu kekhawatiran di industri kreatif terkait penggunaan karya berhak cipta.
Sejumlah pihak, termasuk kelompok industri konten Jepang, sempat mengkritik sistem pelatihan AI Sora yang dinilai berpotensi menggunakan materi tanpa izin.
Dengan dihentikannya aplikasi Sora, layanan pembuatan video berbasis teks di ekosistem ChatGPT juga tidak lagi tersedia.







Komentar