Penerimaan Pajak Riau Tumbuh Positif Awal 2026, Tembus Rp1,37 Triliun

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kinerja penerimaan pajak di Provinsi Riau menunjukkan tren positif pada awal 2026. Hingga 31 Januari 2026, realisasi penerimaan pajak neto tercatat sebesar Rp1,37 triliun atau sekitar 6,20 persen dari target tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp22,16 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau, YFR Hermiyana, menyebut capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan yang cukup baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara year on year, penerimaan pajak neto di Riau tumbuh sebesar 15,47 persen, menjadi sinyal positif di awal tahun serta menunjukkan adanya perbaikan kinerja dan kepatuhan perpajakan.

Dari sisi komposisi, penerimaan pajak hingga Januari 2026 masih didominasi oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan kontribusi sebesar 65,81 persen. Sementara Pajak Penghasilan (PPh) memberikan kontribusi sebesar 39,53 persen. Adapun Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menyumbang 0,06 persen, sedangkan kelompok pajak lainnya mengalami kontraksi sebesar 5,40 persen.

Menurut Hermiyana, pertumbuhan penerimaan terutama ditopang oleh kinerja positif pada dua jenis pajak utama tersebut. Kelompok PPh tumbuh sebesar 20,11 persen secara tahunan, sementara PPN secara neto meningkat 24,35 persen, yang antara lain dipengaruhi oleh menurunnya restitusi, khususnya dari Wajib Pajak sektor kelapa sawit.

Dari sisi sektoral, sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,34 persen yang didorong oleh meningkatnya kontribusi Wajib Pajak dari subsektor kelapa sawit. Sementara itu, sektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan paling signifikan dengan kenaikan neto sebesar 128,42 persen, dipengaruhi oleh menurunnya restitusi serta dinamika harga komoditas pada akhir 2025.

Dengan capaian awal yang positif tersebut, Kanwil DJP Riau optimistis target penerimaan pajak tahun 2026 dapat tercapai. Pihaknya akan terus mendorong peningkatan kepatuhan Wajib Pajak melalui pengawasan, pelayanan, serta edukasi yang berkelanjutan.

Komentar