Kecelakaan pendaki Gunung Rinjani, Kemenparekraf tegaskan keselamatan wisatawan jadi prioritas utama

Utama689 Dilihat
Ilustrasi : picture is created by using Lab Google ImageFX

Jakarta (RiauNews)  – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kecelakaan pendakian yang menimpa seorang wisatawan asing di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu lalu (21/06/2025).

Berdasarkan laporan yang diterima, insiden terjadi pada pukul 06.30 WITA ketika seorang wisatawan asal Brasil bernama Juliana Marins (26) dilaporkan terjatuh ke dalam jurang sedalam kurang lebih 400 meter di area dekat danau kawah Gunung Rinjani. Saat itu, korban tengah melakukan pendakian bersama satu orang pemandu lokal dan lima peserta lainnya.

Tim SAR gabungan segera melakukan upaya pencarian sejak laporan diterima. Namun, medan yang ekstrem dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat menjadi tantangan dalam proses evakuasi. Tim berhasil mengidentifikasi posisi korban melalui pemantauan drone thermal milik Kantor SAR Mataram, yang menunjukkan keberadaan korban pada kedalaman sekitar 400 meter dari lokasi jatuh. Dari visualisasi yang diterima, korban diduga dalam kondisi meninggal dunia.

“Kami terus memantau proses evakuasi yang kini diprioritaskan oleh tim gabungan Basarnas, TNI/Polri, Pemprov NTB, serta didukung Kedutaan Besar Brasil. Operasi pencarian dan evakuasi menggunakan berbagai sarana seperti helikopter, drone thermal, dan dua pendaki profesional berpengalaman,” demikian pernyataan tertulis Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Selasa (24/06/2025).

Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa keselamatan wisatawan merupakan prioritas utama dalam pengembangan destinasi wisata, khususnya pada kawasan berisiko tinggi seperti gunung dan jalur ekstrem. Untuk itu, seluruh instansi dan pengelola destinasi wisata ekstrem diimbau segera memperkuat standar operasional prosedur (SOP) serta sistem pengawasan terhadap pemanduan wisata.

“Kami telah menginstruksikan seluruh pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan destinasi ekstrem, dan meningkatkan kesiapan tanggap darurat di lapangan,” tambahnya.

Di samping itu, komunikasi intensif dengan pihak keluarga korban serta Kedutaan Besar Brasil di Jakarta terus dilakukan setiap hari untuk menjamin informasi yang akurat, cepat, dan transparan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan berharap proses evakuasi berjalan lancar serta aman bagi seluruh petugas di lapangan.

Komentar