Jakarta (Riaunews.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Anti-lock Braking System (ABS) pada sepeda motor sebagai langkah strategis meningkatkan keselamatan berkendara dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Yusuf Nugroho, menilai perkembangan teknologi keselamatan kendaraan saat ini sudah memungkinkan untuk diterapkan secara luas. Menurutnya, fitur seperti rem ABS hingga stability control mampu membantu pengendara menjaga kendali kendaraan dalam berbagai kondisi jalan. “Teknologi keselamatan ini secara signifikan meningkatkan stabilitas dan efektivitas pengereman,” ujarnya di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
ABS sendiri berfungsi mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak, sehingga pengendara tetap dapat mengendalikan arah kendaraan. Studi Fakultas Teknik Universitas Indonesia mencatat penggunaan ABS dapat menurunkan risiko kecelakaan sepeda motor hingga 24 persen, menjadikannya solusi penting dalam mencapai target penurunan fatalitas kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen pada 2030.
Di sisi lain, data AISI menunjukkan penjualan sepeda motor pada November 2025 tumbuh 2,1 persen menjadi 523.591 unit. Namun, peningkatan populasi kendaraan tersebut dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan penerapan standar keselamatan yang memadai.
Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association Indonesia (RSA), Rio Octaviano, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri, dan masyarakat sipil agar isu keselamatan jalan menjadi agenda nasional yang serius dan berkelanjutan.
Urgensi penerapan ABS semakin menguat seiring data Korlantas Polri yang mencatat sekitar 44 persen kecelakaan sepeda motor sepanjang 2024 dipicu kegagalan fungsi pengereman, sehingga teknologi pengereman yang lebih aman dinilai tak lagi bisa ditunda.







Komentar