Jakarta (Riaunews.com) – Pemerintah memastikan tahap rekonstruksi dan pemulihan ekonomi bagi lebih dari 2 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai dilaksanakan pada Kamis (9/1/2026).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, langkah awal pemulihan difokuskan pada pengaktifan kembali pasar serta pembersihan warung dan toko milik pelaku usaha di wilayah terdampak bencana. Upaya ini dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera kembali berjalan.
Berdasarkan pendataan Kementerian UMKM bersama pemerintah daerah dan lembaga keuangan, tercatat sebanyak 2.304.297 UMKM terdampak banjir di tiga provinsi tersebut. Data ini menjadi dasar penyaluran program pemulihan agar tepat sasaran.
Untuk mendukung proses tersebut, pemerintah menyiapkan delapan Klinik UMKM Bangkit yang akan beroperasi di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Medan, dan Padang. Klinik ini akan menjadi pusat pendampingan bagi pelaku usaha agar bisa kembali menjalankan kegiatan ekonomi.
Selain itu, lebih dari 200.000 UMKM debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan mendapatkan relaksasi kredit. Kebijakan ini diberikan berdasarkan hasil pemetaan bersama bank penyalur dan lembaga penjamin KUR.
Pemulihan ekonomi juga dilakukan melalui reaktivasi pasar rakyat dengan dukungan 1.132 personel Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan aparatur sipil negara. Kementerian UMKM menegaskan akan terus melakukan pemantauan agar seluruh program pemulihan berjalan komprehensif dan efektif di wilayah terdampak.







Komentar