BMKG Jelaskan Fenomena Siklon Tropis Bakung di Selatan Indonesia

Lingkungan, Nasional267 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan perkembangan Siklon Tropis Bakung yang terpantau di perairan selatan Indonesia dan berpotensi memengaruhi kondisi atmosfer serta perairan sekitarnya.

BMKG menerangkan, siklon tropis merupakan badai besar yang terbentuk di atas perairan hangat dengan suhu permukaan laut minimal 26,5 derajat Celsius. Fenomena ini ditandai angin berputar sangat kuat dengan kecepatan sedikitnya 63 kilometer per jam dan radius dampak hingga ratusan kilometer.

Siklon Tropis Bakung berkembang dari Bibit Siklon Tropis 91S yang mulai terpantau sejak 12 Desember 2025. Pada 15 Desember 2025 malam, pusat siklon tercatat berada di Samudra Hindia barat daya Lampung dengan kecepatan angin maksimum sekitar 40 knot, melampaui ambang bibit siklon tropis.

Berdasarkan analisis terbaru, posisi Siklon Tropis Bakung masih berada di wilayah yang sama. BMKG memperkirakan intensitas siklon ini akan terus melemah dan dalam 24 jam ke depan diprediksi turun ke kategori rendah.

Selain Bakung, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 93S di selatan Jawa Timur yang terbentuk sejak 11 Desember 2025. Bibit ini memiliki peluang sedang hingga tinggi berkembang menjadi siklon tropis dan diprediksi bergerak dominan ke arah barat.

BMKG mengingatkan, Bibit Siklon Tropis 93S dan 95S—yang terpantau di Laut Arafura selatan Kepulauan Aru—berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah.

Komentar