Hari Santri Nasional, Syahrial Abdi Ajak Santri Riau Berperan Menuju Indonesia Emas

Dumai (Riaunews.com) – Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengajak para santri untuk berperan aktif dalam memajukan bangsa dan mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas. Ia menegaskan, santri tidak hanya perlu menguasai ilmu agama, tetapi juga harus memiliki pengetahuan umum, menjaga akhlak, serta mampu berinovasi menghadapi perubahan zaman.

Syahrial menyampaikan hal tersebut saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Kamis (22/10/2026).

Ia mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang Resolusi Jihad ketika para ulama dan santri turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Perjuangan para ulama dan santri menunjukkan bahwa kekuatan santri bukan hanya ilmu dan keyakinan saja, tapi keberaniannya dalam melaksanakan tanggung jawab bagi bangsanya,” ujar Syahrial.

Santri Hadapi Tantangan Zaman

Syahrial mengatakan, tantangan yang dihadapi santri setelah 81 tahun Indonesia merdeka telah berubah mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, santri perlu mengambil peran lebih besar dalam mendukung kemajuan bangsa.

“81 tahun kemudian, tetap ada tantangannya meski berbeda. Untuk itulah tema hari ini mengusung ‘Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas’ dengan makna agar santri bisa mengambil peran bagi kemajuan Indonesia,” katanya.

Menurutnya, peran tersebut dapat dimulai dengan menjaga moral bangsa. Santri diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perubahan zaman, tetapi juga membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

“Kita harus menyiapkan generasi yang memiliki ilmu agama, ilmu pengetahuan, teguh dalam menjaga akhlak, berani, berkarya, dan berinovasi,” ungkapnya.

Pesantren Perlu Beri Ruang untuk Inovasi

Syahrial menegaskan, kedalaman ilmu dapat memperkuat karakter sekaligus mendorong keberanian untuk berinovasi. Ia berharap santri mampu mengambil peran lebih luas dalam kehidupan berbangsa dengan menjunjung tinggi integritas dan kepedulian terhadap sesama.

Ia juga meminta pesantren mempertahankan tradisi pendidikan sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas dan keberagaman pemikiran. Menurutnya, keterbukaan terhadap berbagai gagasan dapat memperkaya proses pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Terus jaga tradisi pendidikan di pesantren dengan memberi ruang untuk tumbuh kembang kreativitas dan pemikiran yang beragam. Keragaman tersebut akan memperkaya kreativitas saat kita tahu itu adalah bagian dari ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Syahrial berharap pesantren mampu melahirkan generasi yang menjaga kerukunan dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Ia juga mendorong santri, khususnya di Riau, untuk berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan masa depan Indonesia.

Komentar