9 Kampus Siap Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Tuntutannya

Nasional23 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) — Mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) bersiap menggelar demonstrasi untuk menyoroti dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Selasa (20/10/2026).

Koalisi mahasiswa tersebut merencanakan aksi di dua lokasi di Jakarta Pusat, yakni Tugu Proklamasi pada pagi hari dan kawasan Tugu Tani pada sore hari. Mereka akan menyuarakan sejumlah persoalan, mulai dari ekonomi, demokrasi, pemberantasan korupsi, lingkungan, hingga pendidikan.

Sembilan Kampus Terlibat, Aksi Digelar Dua Tahap

Komite Sadar melibatkan organisasi mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi, yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), BEM Universitas Diponegoro (Undip), BEM Universitas Negeri Semarang (Unnes), Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Sema UGM), BEM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga (Unair), serta Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM UB).

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan menjelaskan, rangkaian demonstrasi akan berlangsung dalam dua tahap. Aksi simbolik dijadwalkan berlangsung di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, mulai pukul 09.00 WIB.

Selanjutnya, mahasiswa akan menggelar aksi massa di kawasan Tugu Tani pada pukul 15.00 WIB. Dalam aksi kali ini, mahasiswa UI tidak akan berkumpul terlebih dahulu di Lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Depok.

Para peserta akan langsung menuju lokasi aksi masing-masing di Jakarta.

“Ini berangkat langsung ke titik aksi, Mas,” ujar Yatalathof saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (19/10/2026).

Survei 560 Responden Jadi Landasan Aspirasi

Sebelum menggelar demonstrasi, Komite Sadar menghimpun aspirasi masyarakat melalui survei terhadap 560 responden dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya gagal menjalankan tugas selama dua tahun terakhir. Angka tersebut merupakan penilaian dari responden yang dijaring Komite Sadar, bukan gambaran pendapat seluruh masyarakat Indonesia.

Selain evaluasi terhadap kinerja pemerintah, survei tersebut mencatat sejumlah persoalan yang dinilai mendesak untuk ditangani. Isu yang disoroti meliputi mahalnya harga kebutuhan pokok, pembatasan kebebasan berpendapat, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, serta tingginya biaya pendidikan.

Responden juga menyoroti persoalan lingkungan, termasuk deforestasi dan kebakaran hutan. Komite Sadar menjadikan hasil survei tersebut sebagai salah satu dasar untuk merumuskan aspirasi yang akan disampaikan dalam demonstrasi.

Melalui aksi di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, mahasiswa lintas kampus tersebut berharap pemerintah menanggapi berbagai kritik dan tuntutan yang mereka sampaikan terkait kebijakan ekonomi, demokrasi, penegakan hukum, perlindungan lingkungan, dan pendidikan nasional.