Palestinaku Bersabarlah, Kemenangan akan Segera Datang

Opini, Seputar Islam25 Dilihat

Oleh Nora Afrilia S. Pd, Aktivis Muslimah

Sampai kapanpun sulit kita untuk percaya dan yakin. Terhadap sesuatu yang keluar dari mulut kaum Israel. Kaum yang sejak keberadaannya memang kontroversial dan memicu konflik.

Konflik berkepanjangan yang mulai meletus di Oktober 2023 kini belum juga usai. Pihak Israel diwakili oleh perdana menteri Ben-GVir menyatakan diri menjadi pihak yang tersakiti oleh keberadaan Otoritas Palestina.

Ungkapan keluar dari mulut Perdana Menteri Itamar Ben-GVir  bahwasanya Israel harus melucuti senjata Otoritas Palestina. selain itu harus dilakukan upaya pembersiahan wilayah dari kehadiran militer dan menangkap mereka yang mengancam warga Israel. (minanews.net, 10/10/2026).

Padahal ketika berbicara hak kependudukan berdasarkan kepakatan Oslo antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Yang dikutip berdasarkan Anadolu, Kesepakatan Oslo II tahun 1995 menyatakan bahwaTepi Barat dibagi menjadi Area A, B, dan C.  Dimana Area A berada di bawah kendali penuh Palestina, sedangkan Area B berada di bawah kendali sipil Palestina dan kendali keamanan Israel. Berdasarkan hal itu, Area C  mencakup sekitar 60% wilayah tersebut, berada di bawah kendali penuh Israel. (minanews.net, 03/10/2026)

Pernyataan menteri Israel itu muncul ketika serangan tentara Israel dan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki semakin meningkat, bersamaan dengan genosida Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sejak Oktober.

Genosida yang Salah Arah

Bukti nyata sudah tampak di mata dunia. Siapa sebenarnya pihak yang menyakiti dan tersakiti? Karena sejatinya media telah menampakkan kepada kita perjanjian dia negara adalah bohong besar. Tidak ada bukti kuat pelucutan senjata oleh militer Israel. Yang ada lebih kepada penangkapan dan pemusnahan massal terhadap otoritas dan sipil Palestina.

Sistem sekuler kapitalis buatan manusia memang sangat buruk dan tidak manusiawi. Merasa benar padahal saah. Merasa korban padahal pelaku. Merasa tersiksa padahal penyiksa ulung.

Membuat kita jenuh. Membuat kita muak dengan sandiwara mereka di dunia Internasional. Seolah mereka taat hukum dan Undang-undang. Rupanya mereka adalah serigala pemangsa utama. Kabar terbaru, bahwa di Tepi Barat Palestina, serangan yang dilakukan oleh tentara dan pemukim telah menewaskan 1.210 warga Palestina. Selain itu pihak militer melukai sekitar 13.350 orang dan menyebabkan penangkapan sekitar 24.600 warga Palestina.

Negara Bersyariah Islam Adalah Kunci Pembebasan Palestina

Pelaku genosida tepat diberikan sebutan kepada pihak Israel. Bukan sebaliknya pada pihak sipil Palestina. Mereka tidak mau bepindah ke tempat lain karena otoritas Palestina dan sipil memang sudah berhak atas tanah tersebut. Jauh sebelum kedatangan Israel dan otoritasnya.

Lalu mengapa pendatang bersikeras mengambil wilayah si pemilik tanah? Karena sejatinya semua yang di bumi ini milik Allah SWT. Maka apa yang telah diwariskan kepada penduduk Palestina jauh sebelum Israel datang.  Perlu kita ingat bahwa Palestina adalah negeri yang dibebaskan dengan penaklukan atau jihad oleh sebuah negara hebat.

Terkait Palestina, negeri ini pertama kali dibebaskan oleh umat Islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 16 Hijriah( 637–638 Masehi). Banyak proses yang dilalui untuk menaklukan kota suci tersebut. Mulai dari pengepungan Yerusalem, penyerahan tanpa tumpah darah dari pemimpin Yerusalem Patriark Sophronius kepada khalifah umar. Lalu terakhir, pembentukan perjanjian Umariyyah demi menjaga seluruh penduduk non muslim di Palestina baik sarah, harta, dan kehormatan mereka.

Selanjutnya di masa khulaufur Rasyidin wilayah Palestina (Baitul Maqdis) kembali direbut oleh tentara Salib. Kemudian tak beberapa lama dibebaskan untuk kedua kalinya oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi pada tanggal 2 Oktober 1187 M (27 Rajab 583 H).

Begitulah kedepannya terkait Palestina. Ketika kita inginkan negeri yang kini hancur dan tak berdaya kembali dapat kita rebut. Hanya satu jalan. Menapaki jalan Rasulullah. Membebaskan dan memerdekakan secara hakiki hanya dengan jihad.

Perlawanan fisik namun realitasnya harus dengan penerapan islam oleh sebuah negara. Apakah islam parsial? Tentunya tidak. Islam yang semua terkait kehidupan berusaha untuk diterapkan. Islam yang serupa dengan masa Rasulullah. Bukan penerapan islam sekuler laksana saat ini.