Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama PT PLN (Persero) memperkuat sinkronisasi data dan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pelaksanaan program listrik perdesaan. Pada 2026, sebanyak 102 lokasi di Provinsi Riau masuk dalam penugasan pembangunan listrik perdesaan.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan sinkronisasi diperlukan untuk memastikan data usulan pemerintah daerah sesuai dengan kondisi terkini di lapangan. Akurasi data penting agar pembangunan infrastruktur kelistrikan menyasar masyarakat yang masih membutuhkan.
“Program ini terus berkelanjutan. Hari ini kita berdiskusi sekaligus mengevaluasi beberapa capaian yang sudah sesuai harapan dan beberapa yang masih perlu kita selesaikan. Kita juga tetap merencanakan langkah ke depan,” kata Syahrial, Rabu (16/9/2026).
Rasio Elektrifikasi Riau Terus Meningkat
Syahrial mengatakan rasio elektrifikasi di Riau telah meningkat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Meski demikian, sejumlah wilayah masih membutuhkan intervensi karena kondisi geografis dan karakteristik setiap kabupaten dan kota berbeda.
Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta memperbarui data secara berkala, termasuk kondisi jaringan, jumlah masyarakat yang belum terlayani, serta kebutuhan pengembangan kelistrikan di masing-masing wilayah.
Syahrial juga mengapresiasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mempertemukan pemerintah pusat, Pemprov Riau, pemerintah kabupaten/kota, dan PLN dalam satu forum.
“Kami mengucapkan terima kasih atas inisiatif Kementerian ESDM dengan Provinsi Riau sebagai tuan rumah untuk mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan PLN,” ujarnya.
Pemprov Riau, lanjutnya, siap mendukung pengembangan ketenagalistrikan sesuai kewenangan pemerintah daerah. “Kami siap menerima sebanyak-banyaknya dukungan, terutama untuk pengembangan ketenagalistrikan di Provinsi Riau,” tambahnya.
PLN Temukan Data Usulan Ganda
General Manager PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau, Didik Wicaksono, mengatakan PLN mendapat penugasan pembangunan listrik perdesaan pada 102 lokasi di Riau sepanjang 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang mencapai 62 lokasi.
“Alhamdulillah, sebanyak 62 lokasi tahun lalu bisa kita selesaikan. Tahun ini lebih banyak lagi, yaitu 102 lokasi. Mudah-mudahan ini bisa segera kita selesaikan,” ujar Didik.
Namun, hasil verifikasi menunjukkan masih terdapat sejumlah persoalan dalam data usulan. Beberapa lokasi ternyata telah memperoleh sambungan listrik, terdapat data ganda, serta wilayah yang sudah berlistrik tetapi masih menghadapi persoalan kualitas tegangan.
“Ada beberapa yang datanya ganda. Ada yang ternyata sudah menyala tetapi masih masuk dalam usulan. Ada juga lokasi yang sudah berlistrik, tetapi kondisi tegangannya masih menjadi persoalan,” jelasnya.
Menurut Didik, temuan tersebut menunjukkan pentingnya validasi bersama sebelum pembangunan dilaksanakan. PLN juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan data, kesiapan lokasi, penyelesaian perizinan, dan koordinasi dengan masyarakat.
“PLN tidak bisa berjalan sendiri. Kami memerlukan kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak supaya program ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
