Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajukan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar dan Pertalite. Pengajuan tersebut dilakukan di tengah antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU, terutama untuk pengisian Bio Solar.
Kepala Dinas ESDM Riau Ismon mengatakan Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota Bio Solar sebanyak 99.700 kiloliter (KL). Sementara itu, tambahan kuota Pertalite yang diajukan mencapai 99.556 KL.
“Pemprov Riau telah mengajukan kuota BBM jenis Bio Solar dan Pertalite. Tapi hingga saat ini masih tinggal menunggu persetujuan dari pusat dalam hal ini BPH Migas,” kata Ismon, Selasa (15/9/2026).
Ismon mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait usulan tersebut. Penambahan kuota BBM bersubsidi membutuhkan persetujuan pemerintah pusat karena berkaitan dengan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Pengajuan penambahan kuota BBM bersubsidi inikan ada kaitannya dengan APBN juga. Makanya kami masih menunggu sembari terus berkoordinasi, informasi yang kami dapatkan pembahasan usulan tersebut baru akan dilakukan akhir bulan ini,” ujarnya.
Antrean Solar Jadi Perhatian
Sebelumnya, Pemprov Riau juga menjalin komunikasi dengan Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas untuk memantau kondisi pasokan BBM di wilayah Riau.
Selain melakukan pemantauan, Pemprov Riau telah menyurati BPH Migas terkait permintaan penambahan kuota BBM untuk 2026. Usulan tersebut mencakup Bio Solar dan Pertalite.
“Untuk mengantisipasi kelangkaan BBM, Pemprov Riau juga sudah menyurati BPH Migas terkait penambahan kuota tahun 2026, baik untuk Biosolar maupun Pertalite,” ujar Ismon, Senin (7/9/2026).
Pengajuan tambahan kuota tersebut dilakukan seiring antrean kendaraan yang masih terjadi di sejumlah SPBU. Antrean paling banyak dikeluhkan untuk pengisian BBM jenis Bio Solar.
Pemprov Pantau Distribusi BBM
Ismon menegaskan Pemprov Riau terus melakukan koordinasi dan monitoring terhadap distribusi BBM untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Ia meminta masyarakat tidak panik menyikapi kondisi pasokan BBM. Pemprov Riau juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau distribusi di lapangan.
“Kami mengharapkan kepada masyarakat untuk tenang karena distribusi telah dijalankan secara optimal dari Pertamina dan itu akan selalu ditingkatkan,” katanya.
Pemprov Riau masih menunggu pembahasan dan persetujuan BPH Migas atas usulan tambahan kuota tersebut. Sementara itu, pemantauan terhadap pasokan dan distribusi BBM tetap dilakukan untuk mengantisipasi gangguan ketersediaan di lapangan.
