Penanganan Karhutla Inhu Capai 80 Persen, Tim Gabungan Fokus Pendinginan

Inhu, Lingkungan23 Dilihat

Indragiri Hulu (Riaunews.com) – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, telah mencapai 80 persen. Tim gabungan masih melakukan pendinginan untuk memastikan sisa titik asap benar-benar padam.

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan arahan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo yang turun langsung meninjau penanganan Karhutla di lapangan.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Kapolda Riau serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai yang turun langsung ke lapangan hingga upaya pemadaman ini membuahkan hasil,” ujar Ade Agus Hartanto di Rengat, Senin (14/9/2026).

Penanganan Berlangsung 42 Hari

Ade mengatakan penanganan Karhutla di Inhu telah berlangsung selama 42 hari. Salah satu lokasi yang membutuhkan waktu pemadaman cukup lama berada di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, yang berbatasan langsung dengan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan.

Menurutnya, arahan Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai membuat penanganan di lapangan berjalan lebih terarah. Tim gabungan yang terlibat terdiri atas TNI, Polri, BPBDPKP Inhu, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, hingga masyarakat.

“Semangat gotong royong sangat terasa dalam menghadapi bencana ini. Budaya gotong royong seperti ini kami harapkan dapat terus dipertahankan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Warga Diminta Tetap Waspada

Meski penanganan telah mencapai 80 persen, Pemkab Inhu meminta masyarakat tidak menurunkan kewaspadaan. Pasalnya, potensi curah hujan di wilayah Inhu diproyeksikan masih rendah dalam beberapa pekan ke depan.

Kondisi tersebut membuat risiko munculnya kembali Karhutla masih cukup tinggi selama musim kemarau panjang. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan.

Pemkab Inhu juga menginstruksikan camat, kepala desa, dan lurah untuk segera mendirikan Posko Tanggap Darurat Karhutla di wilayah masing-masing.

“Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama agar kejadian Karhutla tidak terulang kembali,” tegas Ade.