Jakarta (Riaunews.com) – Pemerintah Malaysia menyatakan masih menunggu persetujuan dari Indonesia untuk mengerahkan aset penanganan kebakaran dalam membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Menteri Komunikasi Malaysia sekaligus Juru Bicara Pemerintah Malaysia, Fahmi Fadzil, mengatakan Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) bersama Kementerian Luar Negeri Malaysia atau Wisma Putra telah menyampaikan daftar aset yang dapat digunakan untuk membantu Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Fahmi dalam rapat kabinet Malaysia di Putrajaya. Menurutnya, pemerintah Malaysia telah mempersiapkan sarana yang dapat dikerahkan jika Indonesia memberikan persetujuan.
Malaysia Siapkan Aset Penanganan Karhutla
“NRES dan juga Wisma Putra telah menyampaikan dalam rapat kabinet bahwa daftar aset yang mampu kita sediakan untuk membantu negara tetangga telah disampaikan,” kata Fahmi dalam konferensi pers daring.
Fahmi mengatakan, daftar aset tersebut telah disampaikan kepada Indonesia melalui jalur diplomatik. NRES juga telah melakukan persiapan untuk mendukung upaya penanganan karhutla.
Namun, hingga kini pemerintah Malaysia belum menerima konfirmasi terkait bentuk kerja sama maupun izin penggunaan aset tersebut di wilayah Indonesia.
Belum Ada Konfirmasi dari Indonesia
“Jadi, sejauh ini, kita telah menyampaikannya melalui kedutaan, melalui Wisma Putra, dan NRES juga telah menyiapkan, tetapi belum ada konfirmasi dan izin untuk menggunakan aset-aset Malaysia,” ujarnya.
Fahmi menegaskan, pemerintah Malaysia masih menunggu keputusan dari Indonesia sebelum mengerahkan aset yang telah disiapkan untuk membantu pemadaman karhutla.
