DPRD Pekanbaru Kecewa Dishub Tak Bawa Data, Rapat Hearing Akhirnya Batal

Pekanbaru (Riaunews.com) – Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru mengundang Dinas Perhubungan (Dishub) untuk membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, Senin (14/9/2026). Namun, rapat tersebut batal digelar karena Dishub tidak membawa bahan dan data yang diperlukan.

Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Rois mengatakan, pihaknya berharap pertemuan tersebut dapat menjadi momentum untuk mengetahui sejauh mana program Dishub yang telah direalisasikan sepanjang 2026. Hal itu penting karena sejumlah program tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

DPRD Pertanyakan Realisasi Program Dishub

Rois menyebut DPRD ingin mengetahui program pemerintah kota melalui Dishub yang sudah berjalan serta manfaatnya bagi masyarakat.

“Ya, kita kan berharap setiap kali reses kita akan bertemu dengan harapan masyarakat yang tidak sedikit. Nah, kira-kira program pemerintah kota, dalam hal ini yang ada di Dinas Perhubungan, realisasinya di 2026 sejauh mana, ingin kita tahu,” kata Rois.

Menurut Rois, Pemko Pekanbaru memang mengirimkan perwakilan dalam pertemuan tersebut. Namun, yang hadir hanya Sekretaris Dishub (Sekdis). Kehadirannya juga dinilai mendadak karena yang bersangkutan baru mendapat arahan untuk menghadiri undangan sekitar pukul 10.00 WIB.

Rapat Batal karena Tak Ada Bahan Pembahasan

Selain hanya dihadiri Sekdis, Rois menyayangkan Dishub tidak membawa bahan maupun data yang akan dibahas bersama DPRD.

“Dia dapat arahan untuk ke sini jam 10 lewat. Datang, plus tidak membawa bahan. Sebagusnya kita kan bicara harus dengan data,” tegasnya.

Karena tidak ada bahan yang dapat dipaparkan, Komisi IV akhirnya membatalkan rapat tersebut. Rois berharap Dishub lebih serius mempersiapkan setiap agenda pembahasan bersama legislatif, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Serius lah. Kita berharap, sebetulnya Pekanbaru ini kebutuhan masyarakat yang paling mendasar itu apa, kira-kira bisa diakomodir atau tidak,” ujarnya.

Menurutnya, keseriusan pemerintah tidak cukup hanya dengan memenuhi undangan. Perwakilan yang hadir juga harus membawa bahan dan data agar pembahasan dapat berlangsung efektif dan menghasilkan program yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat.

“Ketika datang, keseriusan itu bentuknya membawa bahan,” tegas Rois.