Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menertibkan kabel jaringan yang semrawut di Jalan Ronggo Warsito. Penertiban tersebut ditargetkan rampung paling lambat akhir September 2026.
Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Robin Eduar meminta Pemko memastikan target tersebut benar-benar terealisasi. Ia menilai konsistensi pemerintah menjadi kunci agar penataan jaringan telekomunikasi tidak kembali menjadi sekadar wacana.
Penertiban Harus Berlanjut ke Ruas Jalan Lain
“Kalau sudah di deadline waktunya, itu kita minta benar-benar terealisasi. Yang penting Pemko Pekanbaru serius dan konsisten saja,” kata Robin, Ahad (13/9/2026).
Robin meminta Jalan Ronggo Warsito dijadikan titik awal penataan jaringan telekomunikasi secara lebih luas. Menurutnya, seluruh ruas jalan yang masih dipenuhi kabel semrawut harus masuk dalam agenda penertiban agar persoalan serupa tidak kembali muncul di kawasan lain.
“Harapannya bukan hanya di sekitaran Jalan Ronggo Warsito saja. Tapi di semua jalan yang sudah semrawut, tanpa terkecuali,” ujarnya.
DPRD Soroti Rencana Penertiban Sebelumnya
Robin juga meminta Pemko memastikan penyedia jaringan tidak kembali memasang tiang maupun kabel secara sembarangan setelah penertiban dilakukan. Ia mengingatkan, sejumlah ruas jalan sebelumnya sempat diproyeksikan sebagai lokasi percontohan, di antaranya Jalan Lobak dan Jalan Delima, namun perubahan kondisi kabel di kawasan tersebut belum terlihat signifikan.
“Penertiban jangan sampai kesannya hanya sekadar melepas tanya saja,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan Pemko menargetkan seluruh kabel jaringan yang melintang di atas Jalan Ronggo Warsito dipindahkan ke jalur bawah tanah paling lambat 30 September 2026. Penataan dilakukan bersama provider pemilik jaringan dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Riau. “Kita targetkan tanggal 30 September 2026 ini paling lambat, Jalan Ronggo Warsito itu tidak ada lagi kabel-kabel yang berada di atas jalan, semuanya diturunkan ke bawah,” kata Zulhelmi.
