Pemko Pekanbaru Imbau Warga Tak Bakar Sampah Saat Kemarau Kering

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengimbau masyarakat menghentikan kebiasaan membakar sampah di tengah kondisi cuaca yang Kemarau kering. Pembakaran sampah dinilai berisiko memicu kebakaran, terutama jika dilakukan di lahan yang mudah terbakar seperti kawasan gambut.

Kebakaran Sampah Bisa Merembet ke Lahan

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan pembakaran sampah tidak dibenarkan, terlebih saat kondisi lahan dan cuaca sedang kering. Ia mencontohkan kebakaran di Jalan Pemuda, Kecamatan Payung Sekaki, yang bermula dari pembakaran sampah di atas lahan gambut.

Menurut Zulhelmi, kondisi gambut yang cukup dalam membuat proses pemadaman berlangsung lama. Petugas membutuhkan waktu hingga empat hari untuk memastikan api benar-benar padam.

“Sampai 4 hari kita padamkan apinya, ternyata gambutnya cukup dalam, sekitar 2 meter,” kata Zulhelmi, Selasa (8/9/2026).

Kejadian serupa juga ditemukan di sejumlah titik di Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur. Karena itu, Pemko kembali meminta masyarakat tidak mengambil risiko dengan membakar sampah, terutama saat kondisi lingkungan kering.

“Jadi kita mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah,” ujar pria yang akrab disapa Ami tersebut.

Sampah Rumah Tangga Bisa Diangkut LPS

Zulhelmi mengatakan masyarakat tidak perlu membakar sampah rumah tangga karena Pemko Pekanbaru telah memiliki Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) yang dapat membantu mengangkut sampah dari rumah warga.

Masyarakat cukup mengumpulkan sampah yang dihasilkan setiap hari dan meletakkannya di depan rumah. Selanjutnya, petugas LPS akan mengangkut sampah tersebut sehingga warga tidak perlu membakarnya.

“Nantinya sampah ini akan diangkut oleh LPS. Jadi, sampah cukup dikumpulkan saja, tidak perlu dibakar, nanti LPS yang akan mengangkutnya,” pungkasnya.