Pekanbaru (Riaunews.com) – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau mengalami penurunan. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Rabu (9/9/2026), tercatat 150 hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Ranti Kurniati mengatakan Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 66 titik. Selanjutnya Bengkalis 26 titik, Indragiri Hilir 17 titik, Siak 10 titik, Kota Dumai sembilan titik, Pelalawan delapan titik, dan Kuantan Singingi tujuh titik.
Sebaran Hotspot di Riau
Selain itu, BMKG mencatat tiga hotspot di Kampar, dua titik di Rokan Hilir, serta masing-masing satu titik di Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti.
“Total hotspot di Riau sebanyak 150 titik,” kata Ranti.
Secara regional, jumlah hotspot di Sumatera mencapai 1.607 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 1.038 titik, disusul Jambi 135 titik, Bangka Belitung 85 titik, Lampung 73 titik, Kepulauan Riau 57 titik, Sumatera Barat 40 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara 10 titik, Bengkulu enam titik, dan Riau 150 titik.
Hujan Berpotensi Tekan Risiko Karhutla
Meski jumlah hotspot di Riau menurun dibandingkan pemantauan sebelumnya, keberadaan titik panas masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Indragiri Hulu dan Bengkalis.
Di sisi lain, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang terjadi di sejumlah wilayah Riau pada Rabu. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di sejumlah daerah. Kondisi tersebut dapat membantu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan, namun masyarakat tetap diminta waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api.
