Tekan Perilaku LGBT, Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam

Pekanbaru23 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperketat pengawasan terhadap aktivitas di tempat hiburan malam yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Langkah tersebut menyusul dugaan pesta LGBT yang berlangsung di New Paragon KTV, Pool and Cafe pada akhir Januari 2026.

Sebagai tindak lanjut, Pemko Pekanbaru menghentikan sementara aktivitas tempat hiburan malam tersebut. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru juga sempat melakukan penyegelan terhadap pintu depan lokasi.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pemerintah masih menerima laporan masyarakat terkait aktivitas LGBT di Kota Pekanbaru. Pemko, kata dia, tidak akan membiarkan aktivitas yang menimbulkan keresahan berlangsung tanpa tindakan.

“Kami masih menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas LGBT di Kota Pekanbaru ini,” tegas Markarius, Jumat (4/9/2026).

Menurut Markarius, pemerintah siap melakukan penertiban hingga mengambil langkah hukum apabila aktivitas tersebut memenuhi unsur pelanggaran. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan muda, meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial maupun kesehatan masyarakat.

“Kalau memang meresahkan, kita siap mengambil tindakan hukum,” tegasnya. Markarius juga menyinggung persoalan HIV di Pekanbaru dan menyebut kelompok lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki (LSL) sebagai salah satu kelompok yang berkontribusi terhadap penularan HIV di kota tersebut.

Satpol PP Perketat Patroli

Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, mengatakan pengawasan terhadap tempat hiburan malam terus diperketat. Petugas melakukan patroli untuk mengantisipasi berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Ia meminta seluruh pengelola tempat hiburan malam bertanggung jawab mengawasi operasional usahanya. Pengelola juga diminta memastikan tempat hiburan tidak menjadi lokasi peredaran narkoba maupun kegiatan lain yang melanggar ketentuan.

“Sekarang yang jadi persoalan bukan cuma narkoba, tapi LGBT,” paparnya.

Satpol PP terus menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan, terutama tempat hiburan malam. Pemko Pekanbaru juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan sebagai bahan bagi petugas melakukan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.

Komentar