Kasus ISPA di Pekanbaru Naik, Tembus 300 Kasus per Hari Saat Kabut Asap

Kesehatan, Pekanbaru15 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pekanbaru meningkat di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Jumlah kasus yang biasanya sekitar 100 per hari kini mencapai sekitar 300 kasus per hari.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan peningkatan kasus tersebut terjadi seiring kondisi udara yang masih berfluktuasi akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ada peningkatan kasus ISPA, ada dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari,” kata Markarius Anwar, Kamis (3/9/2026).

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 706 warga mengalami ISPA sepanjang masa tanggap darurat karhutla. Selain ISPA, warga juga mengalami gangguan kesehatan lain yang diduga berkaitan dengan paparan asap dan memburuknya kualitas udara.

Ratusan Warga Alami Gangguan Kesehatan

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan terdapat 33 warga yang mengalami iritasi kulit, 23 orang mengalami asma, lima orang mengalami pneumonia, serta 15 orang mengalami konjungtivitis atau mata merah.

“Untuk warga yang terpapar kebakaran lahan, bukan hanya mengalami ISPA, tapi juga mengalami iritasi kulit dan asma,” kata Dedy.

Sebagian besar warga yang mengalami gangguan kesehatan tersebut menjalani rawat jalan di 21 puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru. ISPA menjadi kasus yang paling banyak ditangani selama masa tanggap darurat.

Dedy mengatakan berbagai gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan penurunan kualitas udara yang terjadi akibat paparan asap kebakaran lahan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama kondisi udara masih memburuk.

“Paling banyak mengalami ISPA dari total seluruh kasus yang ditangani selama tanggap darurat lalu,” pungkasnya.

Komentar