Pemko Pekanbaru Bangun Drainase untuk Kurangi Banjir di Jalan Arifin Ahmad

Pekanbaru18 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membangun drainase di Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai. Pembangunan drainase tersebut ditargetkan mengurangi dampak banjir yang selama ini terjadi di kawasan Jalan Arifin Ahmad.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau langsung pekerjaan drainase tersebut pada Selasa (1/9/2026). Agung didampingi Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Edward Riansyah untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan.

“Karena targetnya mengurangi banjir di Arifin Ahmad,” kata Agung di sela-sela peninjauan.

Menurut Agung, drainase yang sebelumnya berada di kawasan tersebut tidak berfungsi optimal. Sejumlah saluran juga tidak saling terhubung sehingga aliran air tidak berjalan dengan baik.

Pemko Pekanbaru kemudian membangun ulang drainase dari persimpangan Jalan Paus-Arifin Ahmad hingga menuju aliran anak Sungai Paus. Saluran tersebut memiliki panjang sekitar 366 meter dengan lebar 3 meter dan kedalaman 1,5 meter.

Drainase Dibangun dengan Anggaran Rp4 Miliar

Agung mengatakan pembangunan drainase dilakukan karena kapasitas saluran sebelumnya tidak mampu menampung debit air yang tinggi. Selain itu, sejumlah bagian drainase mengalami penyumbatan sehingga menghambat aliran air.

Pemko Pekanbaru mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk pembangunan drainase tersebut. Pekerjaan juga akan dilanjutkan di sisi lain Jalan Paus karena masih terdapat sejumlah saluran yang tertutup atau tidak lagi berfungsi.

“Di beberapa titik lainnya juga sedang dalam pembangunan drainase juga. Di Jalan Paus ini, ada tokoh masyarakat yang menyampaikan ternyata dulu drainase itu tertutup. Ketika dibongkar drainase itu di dalamnya sudah padat ada beton, sampah,” terangnya.

Warga Diminta Jaga Drainase

Agung meminta masyarakat ikut menjaga drainase yang telah dibangun. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke dalam saluran karena dapat menyebabkan penyumbatan dan mengurangi fungsi drainase.

Menurutnya, pembangunan drainase tidak akan efektif mengatasi banjir apabila masyarakat kembali memenuhi saluran dengan sampah.

Ia berharap masyarakat turut menjaga kebersihan dan memastikan saluran tetap terbuka agar air dapat mengalir dengan lancar menuju anak Sungai Paus.