Pekanbaru (Riaunews.com) – Bencana kebakaran mengintai Kota Pekanbaru dan sekitarnya sepanjang Agustus 2026. Tidak hanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejumlah kebakaran bangunan juga terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Data yang dihimpun CAKAPLAH.com hingga Sabtu (29/8/2026) mencatat 27 kejadian kebakaran lahan sejak awal hingga 20 Agustus 2026. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Jalan Pemuda/Tirta Siak, Jalan Ikan Raya Muara Fajar, Jalan Labersa/Simpang Tiga, Jalan Gulama Tangkerang Barat, serta Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Labuh Barat, Kecamatan Payung Sekaki.
Pada 18 Agustus, petugas menangani empat titik kebakaran lahan dengan total luas sekitar 1,5 hektare. Sehari kemudian, kebakaran kembali terjadi di Jalan Soekarno-Hatta dengan luas lahan terdampak sekitar satu hektare. Kebakaran lahan kemudian melanda kawasan Tenayan Raya pada 21 Agustus dengan luas sekitar lima hektare.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menaikkan status penanganan karhutla dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan. Status tanggap darurat tersebut berlaku hingga 7 September 2026.
Kebakaran Bangunan Ikut Meningkat
Selain kebakaran lahan, sejumlah bangunan juga terbakar sepanjang Agustus. Pada 14 Agustus malam, Toserba Safa di Jalan Uka, kawasan TPU Tampan, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, terbakar. Api menghanguskan bagian lantai dua bangunan. Petugas mengerahkan enam mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan rescue untuk menangani kejadian tersebut. Tidak ada korban dalam peristiwa itu.
Kebakaran bangunan kembali terjadi pada 26 Agustus. Sebuah kafe dua lantai di Jalan Kartama, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, terbakar. Bangunan berukuran sekitar 10 x 20 meter tersebut mengalami kerusakan pada bagian seluas sekitar 6 x 15 meter. Petugas mengerahkan tujuh mobil pemadam dan satu unit rescue. Tidak ada korban jiwa.
Sehari berikutnya, kebakaran kembali melanda bangunan usaha. Pada 28 Agustus, kedai ayam goreng D Kriuk di Jalan Nenas, Kecamatan Sukajadi, terbakar. Api diduga bermula dari bagian dapur saat proses penggorengan sebelum kemudian menjalar ke bagian atas bangunan.
DPRD Minta Kewaspadaan Ditingkatkan
Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Jepta Sitohang meminta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kebakaran.
Menurutnya, keberadaan posko di setiap kecamatan dapat mempercepat respons petugas terhadap laporan kebakaran. Dengan dukungan tersebut, petugas diharapkan dapat segera menjangkau lokasi kejadian.
“Tiap kecamatan kalau nggak salah saya ada posko. Maka untuk tanggapan kebakaran, maka saat ini mereka bisa menjangkau 15 menit sampai ke TKP,” kata Jepta.
Ia juga meminta masyarakat berperan aktif dalam penanganan kebakaran dengan segera melaporkan kejadian melalui layanan call center 112. Laporan yang cepat dinilai dapat membantu petugas menangani api sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
