Pekanbaru (Riaunews.com) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru belum sepenuhnya aman meski hujan mengguyur dalam tiga hari terakhir. DPRD Kota Pekanbaru meminta pemerintah tidak lengah dan tetap memantau kondisi udara untuk mengantisipasi kabut asap kembali menyelimuti kota.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Tekad Abidin mengatakan pemerintah kota memang telah memperbolehkan siswa SD dan SMP kembali mengikuti pembelajaran tatap muka karena kualitas udara membaik. Namun, kondisi tersebut tetap perlu dipantau setiap hari.
“Pemko Pekanbaru sudah memperbolehkan SD dan SMP untuk kembali tatap muka di sekolah, karena memang kualitas udara sudah lebih baik. Tapi kami meminta memang agar dipantau kualitas udara ini setiap hari,” kata Tekad, Senin (31/8/2026).
Tekad meminta Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan BMKG dan Dinas Kesehatan untuk memantau kualitas udara. Hasil pemantauan tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau kembali menerapkan pembelajaran daring pada hari berikutnya.
Waspadai Asap Kiriman
Menurut Tekad, potensi hujan di Pekanbaru masih cukup tinggi berdasarkan prakiraan cuaca. Namun, arah angin juga perlu menjadi perhatian karena dapat membawa asap dari wilayah lain menuju Pekanbaru.
“Tetapi angin juga dari selatan ke utara, artinya dari Jambi, dari Palembang juga masih ke arah Kota Pekanbaru. Jadi yang penting ya selalu dipantau, dimonitor,” jelasnya.
Ia mengatakan Pekanbaru berpotensi kembali terdampak kabut asap apabila hujan hanya mengguyur wilayah kota, sementara kebakaran masih terjadi di daerah lain. Terlebih, arah angin dari selatan dapat membawa asap menuju wilayah Pekanbaru.
“Kita khawatirkan asap kirimannya sekarang ini. Memang kalau Kota Pekanbaru kan titik api bisa dikatakan nggak ada ya. Kita kan memang (kabut asap) dari daerah sekitarnya,” jelasnya.
Sekolah Diminta Siapkan Masker
Untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara, Tekad meminta kepala sekolah meminimalkan kegiatan siswa di luar ruangan. Sekolah juga diharapkan menyediakan masker yang dapat digunakan siswa ketika kondisi udara kembali memburuk.
Selain itu, ia meminta puskesmas menyediakan stok oksigen portabel sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat akibat buruknya kualitas udara.
“Jika memang ada kejadian-kejadian yang tiba-tiba di luar prediksi kita, itu bisa cepat ditanggulangi. Kita harapkan kalau bisa distok saja di setiap sekolah, standby. Jadi nanti tentatif. Begitu udaranya tidak baik, langsung para guru memberikan kepada siswa-siswi,” jelasnya.
Tekad menegaskan pemantauan kualitas udara perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pemerintah dapat segera mengambil langkah apabila kondisi udara kembali memburuk.
